Heboh Isu Obat Kusta Kosong di Papua Barat, Kemenkes Bongkar Fakta Sebenarnya!

Rabu, 17 Sep 2025, 17:45 WIB

JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan ketersediaan obat kusta di Papua Barat dalam kondisi aman sepanjang satu tahun terakhir. Tidak ada laporan kekosongan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, memastikan hal tersebut dalam rapat koordinasi daring dengan Dinas Kesehatan Papua Barat dan Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari. Rapat itu digelar untuk merespons isu soal keterbatasan pasokan obat dan hambatan lain dalam penanganan kusta.

Ket. Foto: Kementerian Kesehatan memastikan ketersediaan obat kusta di Papua Barat. — Sumber: ANTARA

“Per September 2025 stok masih mencukupi, yakni 3.006 Multi Drug Therapy (MDT) Multi Basiler (MB) Dewasa dan 48 MDT MB Anak di Papua Barat. Sementara di Kabupaten Manokwari tersedia 690 MDT MB Dewasa dan 48 MDT MB Anak,” ujar Aji.

Ia menjelaskan kusta adalah penyakit menular akibat kuman Mycobacterium leprae yang menyerang kulit, saraf tepi, dan organ tubuh lain. Penyakit ini dapat dikenali melalui bercak keputihan atau kemerahan yang mati rasa, penebalan saraf dengan gangguan fungsi, atau hasil BTA positif dari kerokan jaringan kulit.

“Penyakit ini dapat disembuhkan dengan pengobatan Multidrug Therapy (MDT) yang tersedia gratis di puskesmas. Pencegahan dilakukan melalui penemuan dini, pengobatan tepat, serta pemberian obat pencegahan bagi kontak erat penderita,” katanya.

Data Kemenkes mencatat sepanjang 2024 terdapat 14.698 kasus baru kusta di Indonesia, dengan lebih dari 90 persen merupakan tipe MB yang lebih menular. Dari jumlah itu, 1.420 kasus atau 9,7 persen adalah anak-anak dan 869 kasus atau 5,9 persen disertai disabilitas.

Sedangkan hingga 31 Agustus 2025, ada 5.474 kasus baru kusta. Sebanyak 489 kasus atau 8,9 persen menimpa anak-anak, sementara 287 kasus atau 5,2 persen merupakan penderita dengan disabilitas.

Khusus Papua Barat, hingga September 2025 tercatat 422 kasus kusta, dengan 254 di antaranya merupakan kasus baru. Dari jumlah itu, 62 pasien adalah anak-anak dan tujuh pasien mengalami disabilitas. Kabupaten Manokwari menjadi wilayah dengan beban kasus tertinggi, yakni 364 kasus terdaftar dan 242 kasus baru.

Untuk menjamin ketersediaan obat, Kemenkes telah menyalurkan ribuan blister MDT ke Papua Barat. Pada April 2025, pengiriman mencapai 6.000 MDT MB Dewasa dan 666 MDT MB Anak ke daerah tersebut.

Sejalan dengan kebijakan Uniform MDT (U-MDT), regimen pengobatan untuk tipe MB dan Pausi Basiler (PB) kini disamakan, menggunakan Rifampisin, Dapson, dan Klofazimin. Perbedaannya hanya pada lama pengobatan, yakni 12 paket untuk MB dan 6 paket untuk PB.

Meski stok obat aman, Aji mengakui masih ada sejumlah tantangan dalam penanggulangan kusta. Jumlah dokter, analis laboratorium, dan tenaga kesehatan masih terbatas. Selain itu, rotasi tenaga medis cukup sering terjadi, ditambah belum adanya dukungan anggaran untuk pemeriksaan skin smear.

Upaya perbaikan terus dilakukan, mulai dari memasukkan program kusta dalam RPJMD Papua Barat 2025–2029, memanfaatkan APBD Otsus untuk penyediaan alat bantu bagi penyandang disabilitas, hingga pelatihan dokter rujukan. Kemenkes juga menggelar workshop analis laboratorium serta sosialisasi kemoprofilaksis sejak 2023 hingga 2025.

“Sebagai tindak lanjut, Kemenkes meminta laporan rutin dari provinsi mengenai kasus dan kebutuhan MDT setiap bulan. Dinkes provinsi bersama Dinkes Kabupaten Manokwari juga diminta menelusuri dan memverifikasi laporan adanya kekosongan obat di puskesmas,” kata Aji.

Penanganan kusta ditegaskan sebagai program prioritas di Papua Barat. Pemerintah memastikan stok obat selalu aman, sambil memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di daerah agar penanganan penyakit bisa lebih maksimal.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.