Warga Banyumas Mengeluh karena Harga-harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik

Jumat, 11 Sep 2026, 12:34 WIB

BANYUMAS – Harga-harga kebutuhan pokok di Kabupaten Banyumas mulai mengkak naik. Hal ini jelas memberatkan warga Banyumas. Kenaikan ini diakui Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Banyumas.

Kepala DPKUKM Banyumas, Gatot Eko Purwadi, menyebut sejumlah harga kebutuhan pokok masyarakat di wilayah itu mengalami kenaikan akibat terbatasnya pasokan beberapa komoditas.

Ket. Foto: harga-harga — Sumber: ist

Gatot Eko Purwadi mengatakan kenaikan harga terutama terjadi pada cabai rawit yang telah berlangsung sekitar dua pekan terakhir. "Kalau yang cabai rawit memang sudah mengalami kenaikan sejak dua minggu yang lalu," katanya.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, kata dia, kenaikan harga cabai berkaitan dengan proses regenerasi tanaman di tingkat petani. Tanaman lama mulai menghabiskan sisa produksi, sedangkan tanaman baru belum memasuki masa panen.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat pasokan cabai ke pasar untuk sementara terbatas. "Petani sedang regenerasi tanaman. Yang lama menghabiskan sisa tanam, kemudian yang baru ini masih menunggu panen," katanya.

Ia mengharapkan pasokan kembali normal setelah tanaman baru memasuki masa panen sehingga tekanan terhadap harga cabai dapat berkurang.

Harga cabai rawit di sejumlah pasar Banyumas bahkan telah mencapai kisaran Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram. Sedangkan harga cabai keriting yang sebelumnya berada pada kisaran Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram juga mulai mengalami kenaikan.

Selain cabai, kata dia, harga daging sapi juga mengalami kenaikan akibat pasokan sapi yang masih terbatas karena belum terdapat penambahan ternak sejak momentum Hari Raya Idul Adha.

"Pasokannya agak terbatas, sehingga harga daging sapi naik dari kisaran Rp170.000 per kilogram menjadi Rp180.000 per kg," katanya.

Sementara itu, untuk harga beras curah yang mulai menunjukkan kecenderungan meningkat di sejumlah pasar, dia mengatakan hal tersebut antara lain dipengaruhi petani yang menahan penjualan hasil produksinya kepada Bulog maupun pasar terbuka.

Menurut dia, petani cenderung menyimpan hasil panen untuk memenuhi kebutuhan sendiri karena memasuki masa paceklik dan masih menunggu datangnya musim hujan.

"Namun untuk ketersediaan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dari Bulog masih aman dan mencukupi kebutuhan," katanya.

Gatot mengatakan DPKUKM bersama pihak terkait terus memantau perkembangan harga dan pasokan berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Banyumas agar inflasi di wilayah itu tetap terkendali.

Berdasarkan pantauan di Pasar Manis Purwokerto, harga cabai rawit merah saat ini mencapai Rp75.000 per kg atau naik dari sebelumnya yang sebesar Rp72.500 per kg, cabai merah keriting naik dari Rp50.000 per kg menjadi Rp55.000 per kg, dan cabai merah besar naik dari Rp55.000 per kg menjadi Rp60.000 per kg, sedangkan cabai rawit hijau masih bertahan di kisaran Rp65.000 per kg.

Sedangkan harga beras curah rata-rata mengalami kenaikan sebesar Rp500 per kg yang tergantung pada varietas beras, misalnya beras IR-64 biasa yang sebelumnya Rp14.500 per kg naik menjadi Rp15.000 per kg dan IR-64 super naik dari Rp16.500 per kg menjadi Rp17.000 per kg.

  • harga naik

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.