Terungkap Koala di Pulau Kangguru Banyak Lakukan Perkawinan Sedarah
Selasa, 16 Sep 2025, 21:37 WIBCANBERRA - Sebuah penelitian genomik baru mengungkapkan bahwa meskipun memiliki populasi yang besar, koala di Pulau Kanguru, Australia Selatan, menanggung beban genetik yang berat akibat perkawinan sedarah.
Dibandingkan dengan populasi di daratan utama dari negara bagian Victoria dan Queensland di Australia, para peneliti menemukan bahwa koala di Pulau Kanguru memiliki keragaman genetik yang rendah dan banyak segmen DNA yang panjang dan identik diwariskan dari kedua induk, sebuah ciri khas dari perkawinan sedarah, demikian menurut pernyataan yang dirilis pada Selasa (16/9) oleh Universitas Flinders Australia.
Berawal dari tak sampai dua lusin koala yang dipindahkan dari Negara Bagian Victoria pada 1920-an, hambatan genetik di Pulau Kanguru meningkatkan risiko masalah kesuburan dan perkembangan, menurut studi tersebut.
Meskipun populasi koala Pulau Kanguru sebagian besar tahan terhadap penyakit menular, seperti klamidia dan retrovirus koala, keragaman genetiknya yang terbatas dapat membuat koala itu rentan terhadap ancaman pada masa depan, misalnya wabah penyakit lain dan perubahan iklim.
Para ilmuwan merekomendasikan penyelamatan genetik, yaitu memasukkan koala dari populasi-populasi daratan utama, untuk memperkuat ketahanan mereka.
"Pulau Kanguru memiliki potensi untuk tetap menjadi tempat perlindungan konservasi yang penting bagi koala. Namun tanpa manajemen genetik, 'bahtera' ini bisa menjadi perangkap," kata Profesor dari Universitas Flinders Luciano Beheregaray.
Penelitian yang telah dipublikasikan dalam jurnal Molecular Ecology itu menyoroti pentingnya pemantauan genomik berkelanjutan untuk spesies-spesies yang dikelola secara terisolasi, imbuh Beheregaray, peneliti utama dalam penelitian tersebut.
Koala (Phascolarctos cinereus) adalah salah satu binatang berkantung (marsupial) khas dari Australia dan merupakan wakil satu-satunya dari famili Phascolarctidae.
Koala hanya memakan daun Arnan. Daun ekaliptus mengandung protein dalam jumlah rendah, zat tak tercerna dalam kadar tinggi, dan mengandung senyawa fenol dan terpena yang beracun bagi spesies lain.
Koala dapat ditemukan di sepanjang pesisir timur Australia mulai dari Adelaide sampai ke Semenanjung Cape York, dan sampai jauh ke pedalaman karena terdapat curah hujan yang cukup untuk mendukung hutan sebagai habitat yang cocok untuk koala. Ant/Xinhua
- australia
- koala
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Janice Tjen Targetkan Peringkat 20 Besar Dunia Musim Depan
-
BGN: Kasus Keracunan di Program MBG Terjadi karena SPPG Abaikan SOP
-
Jatuh dan Terbakar di Georgia, Pesawat Kargo Militer Turki Tewaskan Puluhan Orang
-
Pastikan Situasi Kondusif, Pemkot Depok Bentuk Satgas Pemberantasan Premanisme
-
Kapal Perang Australia Terobos Selat Taiwan, Militer Tiongkok Pasang Status Siaga
-
Aksi Penyelamatan Satwa: 458 Burung Kembali ke Alam Liar di Lampung
-
Isi Agenda Presiden Prabowo di Australia: Bahas Strategi Global, Tutup dengan Jamuan Kenegaraan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.