Whitesky Group bersama ITS Indonesia Pelopori Pengambangan Urban Air Mobility dan eVTOL di Indonesia

Rabu, 24 Jun 2026, 21:07 WIB

TANGERANG — Whitesky Group memperkuat perannya sebagai salah satu pelopor pengembangan Urban Air Mobility (UAM) dan Electric Vertical Take-Off and Landing (eVTOL) di Indonesia melalui penyelenggaraan Welcoming The Future of Air Mobility di Cengkareng Heliport, Tangerang.

Memasuki hari kedua penyelenggaraan, fokus pembahasan tidak lagi sebatas pada pengenalan teknologi eVTOL, melainkan bergeser pada bagaimana Indonesia dapat mempersiapkan ekosistem yang mendukung implementasi Urban Air Mobility sebagai bagian dari masa depan transportasi nasional.

Ket. Foto: — Sumber: Koran Jakarta / Zaki Alatas

Sebagai perusahaan yang mengembangkan infrastruktur mobilitas udara melalui Cengkareng Heliport, Whitesky Group menilai bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk mengambil peran dalam perkembangan Advanced Air Mobility di kawasan. Dengan karakteristik sebagai negara kepulauan, pertumbuhan kawasan perkotaan, serta kebutuhan konektivitas yang terus meningkat, Indonesia membutuhkan berbagai solusi mobilitas yang mampu menjawab tantangan masa depan secara lebih efisien dan terintegrasi.

Founder dan CEO Whitesky Group, Denon Prawiraatmadja, mengatakan bahwa pengembangan Urban Air Mobility tidak hanya berbicara mengenai kendaraan udara baru, tetapi mengenai bagaimana membangun sebuah ekosistem transportasi yang mampu terhubung dengan kebutuhan masyarakat.

“Urban Air Mobility tidak bisa dibangun oleh satu pihak. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, regulator, industri, akademisi, dan pengembang teknologi agar inovasi ini dapat berkembang secara aman, relevan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Denon di CHP Tangerang, Rabu (24/6).

Menurut Denon, keberhasilan pengembangan eVTOL di Indonesia akan sangat ditentukan oleh kesiapan regulasi, infrastruktur, sistem keselamatan, sumber daya manusia, serta integrasi dengan moda transportasi lain yang telah lebih dahulu berkembang.

Selain keynote speech dan sesi pemaparan dari para pemangku kepentingan, kegiatan ini juga menghadirkan panel discussion yang mempertemukan pemerintah, organisasi transportasi, akademisi, pelaku industri, dan pengembang teknologi untuk membahas kesiapan Indonesia menuju era Advanced Air Mobility dan Urban Air Mobility. 

Diskusi tersebut mencakup berbagai aspek penting mulai dari regulasi, keselamatan, pengembangan infrastruktur, integrasi transportasi, pengembangan talenta, hingga peluang implementasi teknologi mobilitas udara di Indonesia. Dukungan terhadap pengembangan Urban Air Mobility juga datang dari ITS Indonesia.

Secretary General ITS Indonesia, Yoga Adiwinarto, menyampaikan bahwa Advanced Air Mobility merupakan bagian dari masa depan mobilitas yang perlu mulai dipersiapkan implementasinya di Indonesia. 

"Urban Air Mobility dapat menjadi salah satu solusi untuk menjawab tantangan mobilitas masyarakat di kawasan perkotaan yang semakin kompleks," katanya.

Pandangan tersebut turut diperkuat oleh Prof. Ir. Bambang Susantono, M.C.P., M.S.C.E., Ph.D., Chair of Braintrust Jakarta Urban Knowledge Hub, yang menilai bahwa perkembangan teknologi hampir selalu bergerak lebih cepat dibanding kemampuan regulasi untuk mengikutinya. 

"Karena itu, Indonesia perlu mulai mempersiapkan tata kelola, infrastruktur, dan ekosistem pendukung sejak dini agar mampu mengadopsi berbagai inovasi mobilitas masa depan secara bertanggung jawab," katanya.

Dalam pemaparannya, Prof. Bambang juga menyoroti pentingnya Intelligent Transport System sebagai tulang punggung digital dalam membangun sistem transportasi multimoda yang lebih luas. Menurutnya, integrasi antara mobilitas udara dan darat melalui data, konektivitas digital, manajemen lalu lintas, sinkronisasi vertiport dan hub transportasi, serta komunikasi operasional akan menjadi faktor penting dalam menciptakan mobilitas yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Sementara itu, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Muhammad Neil El Himam, yang hadir mewakili Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Whitesky Group dalam memperkenalkan konsep Advanced Air Mobility, Urban Air Mobility, dan teknologi eVTOL sebagai bagian dari masa depan transportasi Indonesia.

"Perkembangan teknologi mobilitas udara tidak hanya menghadirkan inovasi transportasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, memperkuat daya saing nasional, mendorong lahirnya talenta unggul, serta menciptakan ruang kolaborasi antara sektor teknologi, industri kreatif, dan transportasi," ujarnya.

Melalui penyelenggaraan Welcoming The Future of Air Mobility di Cengkareng Heliport, Whitesky Group menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem Urban Air Mobility Indonesia. 

Perusahaan meyakini bahwa keberhasilan pengembangan eVTOL dan Urban Air Mobility tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kesiapan regulasi, infrastruktur, talenta, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Dengan mempertemukan pemerintah, regulator, industri, akademisi, organisasi transportasi, dan pengembang teknologi dalam satu ruang kolaborasi, Whitesky Group berharap Indonesia dapat mengambil peran yang lebih aktif dalam perkembangan Urban Air Mobility di kawasan dan menjadi bagian dari masa depan mobilitas global. 

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Mohammad Zaki Alatas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.