Sejukkan Suasana India-AS Lanjutkan Pembicaraan Soal Tarif

Selasa, 16 Sep 2025, 21:06 WIB

ANKARA - India dan Amerika Serikat (AS), Selasa (16/9) melanjutkan pembicaraan dagang di tengah ketegangan terkait tarif 50 persen atas barang India yang diberlakukan pemerintahan Donald Trump.

Trump sebelumnya memutuskan tarif tersebut antara lain karena India membeli minyak Rusia di tengah berlanjutnya perang di Ukraina.

Ket. Foto: — Sumber: AFP

Tayangan televisi memperlihatkan Asisten Perwakilan Dagang AS Brendan Lynch tiba di Kementerian Perdagangan dan Industri India di New Delhi untuk melakukan pertemuan dengan mitranya dari India, Rajesh Agarwal.

Lynch tiba di ibu kota New Delhi, Senin (15/9) malam untuk membahas kesepakatan dagang India-AS. Pembahasan itu menjadi pertemuan tatap muka pertama antara kedua negara sejak Presiden Trump memberlakukan kebijakan tarif tersebut pada Agustus lalu.

Ketegangan meningkat ketika AS yang awalnya mengenakan tarif 25 persen atas tarif impor India, kemudian berlipat ganda menjadi 50 persen sebagai tanggapan terhadap keputusan India tetap mengimpor minyak dari Rusia.

Menjelang pertemuan pada Selasa tersebut, penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro menyebut India sebagai “maharaja tarif” namun kini “datang ke meja perundingan.”

“Perusahaan kilang India langsung bekerja sama dengan kilang Rusia setelah invasi. Mereka meraup keuntungan dari kami melalui perdagangan yang tidak adil dan banyak pekerja dirugikan. Mereka menggunakan uang itu untuk membeli minyak Rusia, sementara Rusia memanfaatkannya membeli senjata,” kata Navarro kepada CNBC International, Senin.

Trump pekan lalu menyatakan Washington dan New Delhi terus melanjutkan negosiasi untuk mengatasi hambatan dagang antara kedua negara.

Menanggapi pernyataan Trump, Perdana Menteri India Narendra Modi, yang menyebut India dan AS sebagai “sahabat dekat dan mitra alami,” mengatakan dirinya “yakin bahwa negosiasi dagang akan membuka jalan bagi terwujudnya potensi tanpa batas dari kemitraan India-AS.”

Sebelumnya, India menyebut pungutan tambahan dari AS sebagai “tidak adil, tidak berdasar, dan tidak masuk akal.”

Perdagangan barang dan jasa AS dengan India diperkirakan mencapai 212,3 miliar dolar AS (sekitar Rp3,48 kuadriliun) pada 2024, menurut data pemerintah AS. Ant/Anadolu

  • india
  • new delhi

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.