Sudah Seminggu Tujuh Penambang Masih Terjebak di Tambang Freeport Papua
Senin, 15 Sep 2025, 19:00 WIBJAKARTA â Tim penyelamat terus berupaya menyelamatkan tujuh pekerja yang terjebak di bawah tanah setelah tanah longsor melanda tambang Grasberg Block Cave milik Freeport Indonesia (PTFI) di Papua Tengah pada 8 Agustus. Upaya evakuasi terkendala oleh lumpur labil dan terowongan yang runtuh.
Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan keprihatinannya atas insiden tersebut. âSaya sangat prihatin dan saya yakin Freeport memiliki sistem serta mekanisme maksimal. Kita berdoa untuk saudara-saudara kita, tetapi saya tidak ingin berspekulasi mengenai kondisi mereka karena kita belum mengetahui,â ujarnya kepada wartawan di Jakarta.
Sejak runtuhnya terowongan pada malam 8 Agustus, Tim Tanggap Darurat Freeport telah bekerja tanpa henti. Mereka harus menghadapi lumpur labil yang terus bergerak masuk ke dalam terowongan. Meskipun telah dikerahkan alat berat, bor, dan drone, tim penyelamat belum berhasil menemukan keberadaan tujuh penambang tersebut.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan bahwa para pekerja sempat berkomunikasi dengan tim penyelamat melalui radio sesaat setelah insiden terjadi. Berdasarkan komunikasi itu, Freeport memperkirakan bisa mencapai lokasi dalam waktu 30 jam dengan menggali dua terowongan baru. Namun, komunikasi kemudian terputus dan hingga kini para pekerja belum dapat dipastikan keberadaannya.
âKondisi bawah tanah yang kompleks dan berliku membuat operasi sangat sulit. Handy talkie yang digunakan untuk komunikasi sudah tidak berfungsi, ini menambah tantangan besar,â kata Yuliot.
Direktur Utama Freeport Indonesia Tony Wenas menegaskan bahwa semua sumber daya telah dikerahkan untuk menyelamatkan para penambang.
âTim darurat kami bekerja tanpa kenal lelah untuk membuka akses menuju perkiraan lokasi para pekerja, sekaligus berupaya memulihkan komunikasi,â ungkapnya.
Freeport Indonesia, yang merupakan anak perusahaan Freeport-McMoRan asal Amerika Serikat dan bagian dari holding BUMN pertambangan MIND ID, saat ini bekerja sama erat dengan inspektur dari Kementerian ESDM dalam operasi berisiko tinggi ini.
Tambang Grasberg di Papua dikenal sebagai salah satu cadangan emas dan tembaga terbesar di dunia. Hingga kini, otoritas belum dapat memastikan apakah tujuh penambang yang terjebak masih dalam kondisi hidup.
Berita Terkait:
-
Perempuan di Dunia Digital: Kesempatan Sama untuk Semua
-
DPRD Jatim: Pelestarian Budaya Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif
-
Destinasi wisata Wih Ni Kulus rusak akibat bencana
-
Bencana Tanah Longsor Memicu Kemacetan Lalulintas Hingga 2 km di Maros
-
Mencari Korban Tanah Longsor
-
Unit K9 Diturunkan untuk Mencari Korban Tanah Longsor di Palembayan
-
PT KAI Sebut KRL Yogyakarta Telah Angkut 439 Ribu Penumpang Selama Libur Nataru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.