Wabup Sleman: UMKM Jadi Mesin Kecil yang Gerakkan Pemerataan Pendapatan

Minggu, 14 Sep 2025, 20:00 WIB

BANTUL – UMKM merupakan salah satu pilar utama ekonomi kerakyatan karena keberadaannya langsung bersentuhan dengan kehidupan masyarakat luas.

Dengan jumlah pelaku yang dominan, UMKM tidak hanya menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, tetapi juga penggerak roda ekonomi lokal yang menjaga sirkulasi uang di desa maupun kota kecil.

Ket. Foto: Ilustrasi - Pelaku UMKM di Yogyakarta Tutty Fetrianingsih menunjukkan kerajinan produksinya yang dipasarkan melalui online marketplace, di galeri Kana Shibori, Yogyakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Andreas Fitri Atmoko.

Karakteristiknya yang fleksibel membuat UMKM lebih tahan terhadap guncangan krisis dibandingkan usaha besar, sehingga berfungsi sebagai bantalan ekonomi nasional.

Namun, potensi besar ini sering terkendala keterbatasan akses pembiayaan, teknologi, dan pasar.

Oleh karena itu, penguatan UMKM melalui dukungan kebijakan, digitalisasi, dan peningkatan kualitas SDM menjadi kunci agar ekonomi kerakyatan tidak sekadar jargon, melainkan motor pertumbuhan inklusif yang berkeadilan.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyebut usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan salah satu pilar ekonomi kerakyatan karena dominasinya dalam penyerapan tenaga kerja serta berperan dalam pemerataan pendapatan dan stabilitas nasional maupun daerah.

"UMKM juga berkontribusi besar terhadap PDB, kemampuan bertahan di masa krisis, mendorong kemandirian ekonomi," kata Danang saat menjadi narasumber pada kegiatan Muhammadiyah Jogja Expo ke 4 di Jogja Expo Center, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (13/9).

Dalam kegiatan dengan tajuk "UMKM Lokal yang Mengglobal dan Peranan dalam Pembangunan Daerah" tersebut, Wakil Bupati Sleman juga mengajak berbagai pihak terkait untuk berkolaborasi memajukan UMKM.

"Mari bersama-sama tingkatkan ekonomi kerakyatan melalui UMKM. Kita harus berkolaborasi baik dari pelaku UMKM, akademisi dan Pemerintah untuk menjaga keberlangsungan ekosistem UMKM tetap berjalan," katanya.

Menurut dia, untuk mengoptimalkan peran UMKM diperlukan dukungan pemerintah melalui akses modal, pelatihan, dan pengembangan teknologi digital agar UMKM dapat naik kelas dan menjadi tulang punggung ekonomi bangsa.

"Saya mengapresiasi Muhammadiyah melalui acara expo ini dapat menjadi salah satu wadah atau fasilitasi UMKM untuk mempromosikan, menjual dan berdiskusi dalam pengembangan UMKM kedepannya," katanya.

Ia juga berpesan bagi seluruh pelaku UMKM untuk terus berinovasi, pahami perilaku pasar dan konsumen, kelola usaha dan manajemen keuangan dengan baik dan bijak.

"Pelaku UMKM juga dapat memanfaatkan Mbizmarket untuk wadah UMKM dalam memasarkan produknya," katanya.

Danang mengatakan, melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat faktor pendukung diperlukan beberapa langkah strategis yakni mempermudah akses permodalan, pengembangan kapasitas SDM, pemanfaatan teknologi digital, serta pemberdayaan melalui digitalisasi.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.