Militer Tiongkok Peringatkan Filipina Hentikan Provokasi di LTS

Minggu, 14 Sep 2025, 15:00 WIB

BEIJING - Militer Tiongkok mengatakan telah melakukan patroli "rutin" di Laut Tiongkok Selatan dan memperingatkan Filipina terhadap segala provokasi.

Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) melakukan patroli rutin di Laut Tiongkok Selatan dari Jumat (12/9) hingga Sabtu (13/9), kata seorang juru bicara, seperti dikutip CGTN.

Ket. Foto: Nelayan Filipina di atas perahu cadiknya berlayar melewati kapal penjaga pantai Tiongkok di dekat Beting Scarborough yang dikuasai Tiongkok pada hari Rabu. — Sumber: AFP

Tian Junli, juru bicara komando tersebut, pada hari Minggu (14/9) mengatakan Filipina sering berkolusi dengan negara-negara di luar kawasan untuk menggelar apa yang disebut "patroli gabungan," menyebarkan klaim ilegal di Laut Tiongkok Selatan dan merusak perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.

Tian memperingatkan, Tiongkok dengan tegas menuntut Filipina menghentikan provokasinya dan menghindari peningkatan ketegangan lebih lanjut di Laut Tiongkok Selatan.

"Segala upaya untuk menimbulkan masalah atau mengacaukan situasi tidak akan berhasil."

Tian mengatakan pasukan Komando Teater Selatan tetap siaga tinggi untuk menjaga kedaulatan wilayah dan hak maritim Tiongkok.

Tiongkok dan Filipina telah terlibat dalam kebuntuan maritim jangka panjang di jalur perairan strategis, meliputi bentrokan antara kapal penjaga pantai dan latihan angkatan laut besar-besaran.

Top of Form

Bottom of Form

Reuters mengatakan, Dewan maritim dan angkatan bersenjata Filipina tidak segera menanggapi pertanyaan di luar jam kantor. Sementara kedutaan besar Filipina di Beijing tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Komando Indo-Pasifik AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Jepang, Filipina, dan Amerika Serikat melakukan latihan maritim gabungan di Zona Ekonomi Eksklusif Filipina dari 11 September hingga 13 September untuk memperkuat kerja sama regional dan mendukung Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

"AS, bersama sekutu dan mitra kami, menjunjung tinggi hak atas kebebasan navigasi dan penerbangan serta penggunaan sah lainnya atas laut dan wilayah udara internasional, serta penghormatan terhadap hak-hak maritim berdasarkan hukum internasional," katanya.

Amerika Serikat mendukung Filipina, kata Menteri Luar Negeri Marco Rubio pada hari Jumat, menolak apa yang ia sebut sebagai "rencana destabilisasi" Tiongkok terkait atol yang disengketakan di Laut Tiongkok Selatan.

Tiongkok mengklaim hampir seluruh Laut Tiongkok Selatan - jalur perairan yang mengangkut lebih dari US$3 triliun perdagangan tahunan - meskipun ada klaim yang tumpang tindih oleh Filipina, Brunei, Malaysia, dan Vietnam.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: CNA, Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.