Menteri LH Gandeng Seribuan Orang Bersihkan Sampah Banjir Denpasar
Minggu, 14 Sep 2025, 09:51 WIBDENPASAR â Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menggandeng seribuan orang lintas instansi untuk membersihkan sisa banjir besar di Bali khususnya kawasan pasar di Denpasar.
âAda 1.100 orang ini melanjutkan upaya-upaya (pembersihan) yang telah dilakukan beberapa hari lalu. Mereka dari unsur Polri, TNI, warga, pelajar, LSM, ojek online, komunitas pencak silat,â kata dia di Denpasar, Minggu (14/9).
Sejak pukul 07.30 Wita kegiatan pembersihan sisa banjir besar dimulai di kawasan Pasar Kumbasari, Pasar Badung, dan sepanjang Jalan Sulawesi yang terkena luapan air sungai Tukad Badung pada Rabu (10/9) dini hari.
Menteri LH mencatat hingga hari kelima bencana di Bali telah terkumpul 84 ton sampah, yang diperkirakan masih ada 210 ton sampah lagi yang akan terkumpul dari sisa banjir.
Karena sampah-sampah tersebut merupakan dampak dari bencana, kementerian memberi izin Pemprov Bali membuang sampah banjir ke TPA Suwung dengan batasan waktu satu bulan.
âKami menyampaikan ke pak gubernur untuk membawa sampah-sampah tersebut ke TPA Suwung karena ini sampah spesifik keadaan darurat harus diperlakukan benar sehingga semua sampah selama paling lama sebulan semua diangkut ditangani di sana,â ujar Hanif Faisol.
Setelah turun langsung mengikuti pembersihan sisa lumpur di Pasar Kumbasari, Menteri LH menilai proses pembersihan ini akan memakan waktu beberapa hari, belum lagi banyak sampah yang menyumbat sungai dan drainase, ditambah potensi hujan yang masih akan turun di Bali.
âKarena darurat, dibuang ke TPA Suwung dan ditangani di sana karena tidak mungkin dikelola di sini melihat kedaruratannya. Namun, kita wajib meningkatkan penanganan sampah dari sumber,â kata dia.
Hanif Faisol mengingatkan pemerintah daerah tetap pada langkah-langkah penanganan sampah dari sumber sesuai hasil rapat koordinasi mereka, sebab banjir besar sudah menjadi contoh pentingnya mitigasi.
âPak gubernur dan semuanya di Bali harus kembali menjaga kualitas alam yang ternyata belum mampu menahan curah hujan tinggi karena harus dikembalikan tutupan hutannya di daerah hulu sana,â ucapnya.
Menteri LH mencatat Bali memerlukan hampir 14 ribu hektare tutupan hutan di daerah aliran sungai (DAS) yang menuju Denpasar dan Badung agar kemampuan resapan air kembali.
âDi hulu kita hanya 3 persen yang ada hutannya jadi pemda sedang mendesain untuk ditanam paling tidak 3 tahun sudah selesai dengan melibatkan semua orang, kemudian di sisi hilir ada permasalahan sampah dan sempadan sungai, dengan kalibrasi hujan yang sangat ekstrem itu tidak boleh main-main,â ujarnya.
- Menteri LH
- Banjir Bali
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Drone Intai Sky Guardian India Jatuh di Afghanistan: Sinyal Taliban Bantu New Delhi Mata-matai Tiongkok dan Pakistan
-
Rupiah Masih Tertekan, 21 Januari 2026
-
Polres Nagan Raya Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Banjir Beutong Ateuh
-
Drama 8 Gol Tersaji di Old Trafford
-
Pohon Natal Bethlehem Menyala untuk Pertama Kalinya Sejak Perang Gaza
-
Runway Run 2025, Ribuan Pelari Rayakan Hari Penerbangan Sipil Internasional di Makassar
-
Pemerintah Jawa Timur Gelar Pasar Murah di Kabupaten Kediri untuk
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.