Deklarasi Mpumalanga, Senjata Baru Kemenpar Dongkrak Pariwisata Global
Minggu, 14 Sep 2025, 20:45 WIBJAKARTA â Memajukan sektor pariwisata secara global bukan sekadar meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga membangun daya saing yang berkelanjutan di tengah ketatnya persaingan antarnegara.
Setiap destinasi kini dituntut tidak hanya menawarkan keindahan alam atau kekayaan budaya, tetapi juga pengalaman yang autentik, aksesibilitas yang mudah, serta standar layanan internasional.
Bagi negara berkembang seperti Indonesia, strategi globalisasi pariwisata mencakup digitalisasi promosi, peningkatan infrastruktur, serta kerja sama lintas negara untuk memperluas pasar.
Namun, ekspansi global juga membawa tantangan berupa risiko homogenisasi budaya, tekanan pada lingkungan, hingga kerentanan terhadap gejolak geopolitik maupun ekonomi dunia.
Karena itu, kunci memajukan pariwisata global adalah keseimbangan antara promosi dan keberlanjutan: bagaimana menarik wisatawan internasional tanpa mengorbankan kearifan lokal maupun daya dukung lingkungan.
Dengan pendekatan strategis yang adaptif, sektor pariwisata dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi sekaligus sarana diplomasi budaya yang memperkuat posisi negara di panggung internasional.
Kementerian Pariwisata mendukung kesepakatan dan komitmen para perwakilan negara yang dituangkan melalui Deklarasi Mpumalanga untuk memajukan sektor pariwisata secara global dalam G20 Tourism Ministers Meeting (TMM) 2025 di Afrika Selatan.
"Hal ini merupakan bentuk komitmen Indonesia dalam memajukan pariwisata dunia, serta mencapai pariwisata berkelanjutan yang menjadi tema utama dari pertemuan para Menteri Pariwisata G20," kata Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (13/9).
Ni Luh menyampaikan deklarasi itu sejalan dengan semangat yang diusung oleh Kementerian Pariwisata. Ada empat fokus Indonesia dalam deklarasi ini, yaitu inovasi digital untuk mendorong start-up dan UMKM pariwisata, pembiayaan dan investasi pariwisata yang adil dan berkelanjutan, konektivitas udara untuk mempermudah perjalanan lintas negara, dan penguatan resiliensi demi pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurut dia, keempat poin ini sangat relevan dengan agenda pembangunan pariwisata Indonesia, sehingga diharapkan deklarasi ini akan diimplementasikan secara efektif dan berkelanjutan, selaras dengan prioritas nasional negara masing-masing.
âDengan mendukung Deklarasi Mpumalanga, Indonesia menegaskan komitmen untuk berkolaborasi bersama negara-negara G20 dan mitra internasional, agar pariwisata menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang adil, ramah lingkungan, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat,â kata dia.
Hal lain yang ia sampaikan terkait dengan pilar tourism financing and investment for sustainable development, di mana Indonesia menekankan tiga prioritas penting, yakni meningkatkan akses pembiayaan bagi negara-negara berkembang, agar mereka dapat mengembangkan sektor pariwisata dengan lebih merata dan adil.
Kementerian Pariwisata turut memasukkan keberlanjutan dan inklusivitas ke dalam kriteria pendanaan, sehingga setiap investasi pariwisata tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan dan berdampak sosial positif.
Sebagai anggota negara G20, Indonesia menjadikan momentum dalam TMM tersebut untuk menunjukkan komitmennya dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan, inklusif, dan berbasis inovasi, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan wisata unggulan di dunia.
Ia juga menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Presidensi Afrika Selatan atas upayanya dan berharap dapat bekerja sama untuk memastikan G20 terus memimpin pariwisata global menuju masa depan yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
G20 Tourism Ministers Meeting (TMM) 2025 mengusung tema "Solidarity, Equality, Sustainability", membahas berbagai isu prioritas pariwisata global. Pertemuan ini menghasilkan Mpumalanga Declaration, sebuah kesepakatan penting untuk membangun pariwisata global yang berkelanjutan, inklusif, dan tangguh.
Selain Indonesia, sebagian besar negara-negara anggota G20 dan negara undangan lainnya seperti Irlandia, Nigeria, Belanda, Norwegia, Singapura dan Uni Emirat Arab (UAE) berpartisipasi dalam pertemuan tersebut yang dipimpin oleh Menteri Pariwisata Afrika Selatan, Patricia de Lille.
- Kemenpar
- pariwisata
- Deklarasi Mpumalanga
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bupati Harapkan PMI Banyumas Kian produktif dan Profesional
-
Kemenpar dan Aljazair Sepakat Kerja Sama Perkuat Sektor Pariwisata
-
Pemkot Palembang Normalisasi Empat Anak Sungai di Gandus
-
Masih Banjir di Senin Pagi, Tiga Rute Transjakarta Dialihkan
-
Kerja Bakti Massal DKI, Gubernur Pramono: Tak Mau Masuk Gorong-gorong yang Bekerja Pikiran dan Otaknya
-
Umat Hindu Berharap Presiden Prabowo Hadiri Perayaan Dharma Santi Nasional di Bali
-
Jasa Marga Percepat Inspeksi dan Perbaikan Perkerasan Jalan Tol Demi Keselamatan Pengguna
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.