- Home
-
- Luar Negeri
-
- Gak Takut Kesepian, Gen Z ...
Gak Takut Kesepian, Gen Z Punya Teman Baru Bernama 'AI'
Rabu, 19 Agu 2026, 15:32 WIBISTANBUL - Perusahaan perangkat lunak asal Rusia, Kaspersky, merilis hasil studi global terbaru yang menunjukkan lebih dari seperempat Generasi Z (Gen Z) pengguna gawai teknologi berinteraksi dengan kecerdasan buatan (AI) dan seolah-olah sedang berkomunikasi dengan seorang teman.
Teknologi tersebut dimanfaatkan oleh Gen Z untuk mendapat dukungan emosional dan urusan pribadi, menurut sebuah studi yang dirilis pada Rabu (18/8).
Survei yang melibatkan 7.200 responden itu menunjukkan bahwa Generasi Z menggunakan AI jauh lebih aktif dibandingkan generasi lain.
Sebanyak 27 persen dari responden survei itu menggunakan teknologi tersebut layaknya seorang teman, sehingga menandai pergeseran pandangan terhadap AI sebagai alat yang hanya berorientasi pada tugas menjadi sumber dukungan emosional dan persahabatan.
Studi tersebut mengungkapkan 28 persen Gen Z berkonsultasi dengan AI mengenai masalah pribadi yang mereka ragu untuk membagikan kepada orang lain. Hal itu menunjukkan betapa sistem percakapan tersebut secara alami menyatu dengan kebiasaan digital mereka.
Kemudian, hampir setengah dari respon, yaitu 47 persen, menggunakan AI setiap hari atau secara berkala yang menandai tingkat tertinggi di antara semua kelompok demografis.
Kaum muda memanfaatkan AI untuk berbagai tujuan, di mana 56 persen di antaranya mencari informasi, 49 persen untuk belajar, 47 persen untuk menghasilkan ide, dan 39 persen menggunakannya untuk bekerja.
Meskipun tingkat aktivitas dan kepercayaan diri mereka tinggi di dunia digital, banyak peserta meremehkan risiko terkait dengan AI.
Hanya 42 persen Gen Z pengguna teknologi yang secara rutin menerapkan langkah-langkah keamanan, seperti memverifikasi informasi dari sumber terpercaya dan menghindari pembagian data rahasia.
Kemudian, 52 persen lainnya hanya sesekali mengambil langkah-langkah pencegahan tersebut, sedangkan 6 persen sama sekali tidak menerapkan langkah-langkah keamanan apa pun.
Para ahli pun memperingatkan bahwa seiring dengan interaksi yang semakin personal, pengguna harus ingat bahwa informasi yang dimasukkan ke dalam teknologi AI sebaiknya dianggap sebagai data non-rahasia secara default.
Kaspersky memperingatkan hal itu karena sistem-sistem tersebut dapat menghasilkan jawaban salah dan membocorkan data sensitif.
Manajer grup Pusat Penelitian Teknologi AI Kaspersky, Vladislav Tushkanov, mengatakan bahwa dibandingkan dengan generasi lain, Gen Z memahami tren AI yang terus berkembang jauh lebih baik serta menemukan berbagai cara baru untuk mengintegrasikan teknologi itu ke dalam kehidupan sehari-hari.
Tushkanov menekankan interaksi yang bersifat personal tidak boleh disamakan dengan percakapan pribadi atau sepenuhnya dapat diandalkan.
Dia juga mendorong para pengguna muda untuk mendukung rasa ingin tahu mereka dengan kebiasaan, seperti memverifikasi informasi dan melindungi data pribadi. Ant
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Gebrakan Baru Pemkot Palu! Ribuan Bibit Tomat Ditanam untuk Perkuat Pertanian dan Ketahanan Pangan
-
Airlangga Pelajari Strategi Kanada Bangun Pusat Data AI, RI Siap Kejar Ketertinggalan?
-
Joe Taslim Dirumorkan Jadi Mister Negative di Film Spider-Man Berikutnya
-
Bukan Cuma Jago Pakai AI! Polresta Cilacap Bekali Siswa SMAN 1 Kroya Agar Tak Tertipu Hoaks
-
Hidayat Nur Wahid Dorong Pembaruan DTSEN Agar KIP Kuliah Tak Terhenti akibat Ketidakakuratan Desil
-
Candi Muara Takus, Jejak Kehidupan Sriwijaya di Tepi Sungai Kampar
-
Mulai 1 September, Harga BBM Dexlite Naik hingga Rp23.700 per Liter
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.