Pasar Cermati Data Inflasi AS, Jumat 12 September 2025

Jumat, 12 Sep 2025, 09:10 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ber­peluang terkoreksi pada perdagangan akhir pekan ini. Pe­laku pasar akan mencermati data inflasi Amerika Serikat (AS) atau Consumer Price Index (CPI) pada Agustus 2025 yang akan menjadi petunjuk baru bagi bank sentral setem­pat (The Fed) melakukan operasi moneter. 

Tim analis dari MNC Sekuritas mem­proyeksikan IHSG dalam perdagangan, Jumat (12/9), bergerak melemah dengan rentang support di 7.547-7.619 dan resis­tance di 7.771-7.943.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (11/9) sore, ditutup menguat 48,89 poin atau 0,64 persen ke posisi 7.747,90, dipimpin oleh saham- saham sektor ke­uangan, khususnya perbankan. Sementara kelompok 45 sa­ham unggulan atau indeks LQ45 naik 12,71 poin atau 1,63 persen ke posisi 794,84.

“Meredanya kekhawatiran akan prospek ekonomi serta membaiknya kondisi politik dan keamanan, membuat IHSG berlanjut menguat,” sebut Tim Riset Phintraco Seku­ritas dalam kajiannya di Jakarta.

Dari dalam negeri, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan penarikan Rp200 triliun dana kas negara dari Bank Indonesia (BI) untuk dialihkan ke per­bankan umum. Tujuannya untuk menambah likuiditas per­bankan agar penyaluran kredit lebih cepat. Adapun, dana bersifat deposito, bisa ditarik kembali pemerintah apabila diperlukan.

Bank dilarang memakai dana tersebut untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) maupun Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), yang mana fokus untuk mendu­kung ekonomi riil.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.