- Home
-
- Megapolitan
-
- Transplantasi Rambut Dilak...
Transplantasi Rambut Dilakukan secara Bertahap Sesuai Kondisi Donor
Rabu, 19 Agu 2026, 16:26 WIBJAKARTA -- Dr. Cintawati Farmanina, M.Biomed (AAM) mengatakan setiap pasien memiliki kapasitas area donor yang berbeda sehingga penggunaan folikel untuk transplantasi rambut perlu direncanakan dengan cermat.
"Pada tindakan pertama, prioritas kami adalah memperbaiki area hairline, menutup bekas luka, serta mengisi area crown yang mengalami penipisan. Saat itu jumlah folikel donor yang tersedia memang terbatas, sementara area yang perlu ditangani cukup luas," kata Cintawati dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.Â
Dokter spesialis transplantasi rambut dan praktisi estetika medis itu mengatakan kondisi tersebut membuat transplantasi rambut perlu dilakukan dengan mempertimbangkan area yang menjadi prioritas.Â
Dokter juga perlu mengatur folikel yang tersedia agar hasil terlihat natural sekaligus menjaga kondisi area donor untuk jangka panjang.Â
"Pendekatannya memang bertahap. Kami ingin memastikan kualitas donor tetap terjaga sehingga kepadatan rambut dapat ditingkatkan secara optimal tanpa mengorbankan hasil jangka panjang," ujar dokter lulusan Universitas Udayana itu.
Maka dari itu, transplantasi rambut tahap kedua tidak selalu berarti hasil dari tindakan pertama tidak sesuai harapan.Â
Lebih lanjut Cintawati mengatakan perkembangan teknologi dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap penampilan serta kesehatan rambut membuat transplantasi rambut semakin dipandang sebagai bagian dari solusi untuk menangani kerontokan dan penipisan rambut, bukan sekadar persoalan estetika.Â
Berdasarkan data internal Farmanina Hair & Aesthetic Clinic, permintaan terhadap prosedur transplantasi rambut di klinik tersebut tercatat meningkat empat kali lipat sepanjang periode 2023-2026.Â
Salah satu kasus yang dicontohkannya yakni pada tahap prosedur yang dijalankan oleh Aktor Ringgo Agus Rahman, di mana sejak awal perawatan memang dirancang untuk dilakukan dalam beberapa tahap dengan menyesuaikan kondisi rambut dan ketersediaan area donor.
Setelah menjalani prosedur pertama sekitar tiga tahun lalu, Ringgo menjalani serangkaian perawatan untuk menjaga sekaligus meningkatkan kualitas area donor. Setelah melalui evaluasi dokter, kondisi donor kemudian dinilai siap untuk kembali menjalani tindakan.
Pada tahap kedua, Ringgo menjalani transplantasi rambut dengan teknik Direct Hair Implantation (DHI).
Penanganan secara bertahap tersebut menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan kepadatan rambut dengan tetap mempertimbangkan kondisi area donor yang tersedia.
Ringgo mengatakan keputusan menjalani transplantasi rambut tahap kedua bukan karena hasil transplantasi pertamanya tidak sesuai harapan. Sejak awal, ia mengetahui bahwa proses tersebut dilakukan secara bertahap.
"Saya melihat banyak teman-teman artis yang hasil transplantasinya bagus dan mereka mengerjakannya di Indonesia. Itu yang menjadi pertimbangan saya dalam memilih klinik. Jadi saya merasa tidak perlu ke luar negeri dan kontrol dan after care juga jauh lebih mudah," kata Ringgo.
Menurut Ringgo, kemudahan kontrol menjadi salah satu pertimbangan dalam menjalani prosedur tersebut di Indonesia. Ia memahami bahwa transplantasi rambut bukan prosedur yang hasilnya dapat langsung terlihat dalam hitungan hari karena rambut membutuhkan waktu untuk tumbuh dan berkembang.
Ia juga menilai transplantasi rambut menjadi bagian dari investasi untuk mendukung pekerjaannya sebagai aktor, sehingga diharapkan kondisi rambut yang semakin rapat dan natural seiring proses pertumbuhan dapat memberinya lebih banyak ruang untuk mengeksplorasi karakter dalam proyek film maupun serial mendatang.
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Proyek Investasi Bogor Mampu Serap 25.000 Tenaga Kerja
-
Rambut Rontok Parah? Begini Cara Hair Transplant Mengatasinya
-
Harga Emas Antam Hari Ini Naik, Kembali ke Rp1,906 Juta per Gram
-
Menanamkan Budaya Baca Lewat Lomba Bertutur Tingkat SD
-
Menag Raker dengan Komisi VIII DPR Bahas Program dan Anggaran Kemenag 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.