Garuda Indonesia Tes Internet Cepat di Pesawat Ketinggian 30 Ribu Kaki
Rabu, 19 Agu 2026, 16:30 WIBJAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menguji coba layanan high-speed inflight connectivity dalam penerbangan GA-960 rute Jakarta-Madinah pada Minggu (16/8). Uji coba ini memungkinkan penumpang menikmati akses internet berkecepatan tinggi selama penerbangan, termasuk mencoba video call saat pesawat berada di ketinggian lebih dari 30 ribu kaki.
Pilot project tersebut menjadi bagian dari kampanye âSinyal Merdekaâ yang digelar Garuda Indonesia untuk memperingati semangat kemerdekaan melalui inovasi dan konektivitas digital. Melalui layanan tersebut, maskapai ingin menunjukkan bahwa kebutuhan untuk tetap terhubung kini tidak lagi terbatas oleh lokasi, termasuk ketika penumpang sedang berada di dalam pesawat.
Salah satu rangkaian kampanye âSinyal Merdekaâ adalah penyiaran langsung Naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia melalui konektivitas internet di pesawat. Pembacaan naskah tersebut juga diperdengarkan melalui public address (PA) system sehingga dapat diikuti secara bersamaan oleh seluruh penumpang yang berada di dalam kabin.
Sebanyak 81 penumpang mendapatkan akses khusus untuk menjajal layanan high-speed inflight connectivity dalam penerbangan tersebut. Jumlah itu dipilih untuk merepresentasikan 81 tahun Indonesia merdeka sekaligus menjadi bagian dari pengujian pengalaman konektivitas generasi baru yang tengah dikembangkan Garuda Indonesia.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny H. Kairupan, mengatakan pengembangan konektivitas internet berkecepatan tinggi menjadi bagian dari transformasi perusahaan dalam meningkatkan nilai tambah layanan. Menurutnya, inovasi tersebut juga merupakan respons terhadap kebutuhan masyarakat yang semakin menginginkan akses digital yang cepat dan mulus selama melakukan perjalanan.
"Transformasi Garuda Indonesia tidak hanya berfokus pada penguatan fundamental bisnis dan operasional, tetapi juga bagaimana transformasi tersebut dapat dirasakan langsung melalui pengalaman perjalanan yang semakin relevan bagi pengguna jasa," kata Glenny dalam keterangannya, Rabu (19/8).
Menurut Glenny, high-speed inflight connectivity menjadi salah satu inovasi yang disiapkan Garuda Indonesia untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih modern. Kehadiran internet berkecepatan tinggi di dalam pesawat diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi penumpang, terutama ketika kebutuhan komunikasi dan aktivitas digital semakin menjadi bagian dari keseharian.
"Melalui Sinyal Merdeka, kami juga ingin menghadirkan cara yang berbeda dalam memperingati Kemerdekaan Indonesia. Naskah Proklamasi yang disiarkan secara langsung melalui konektivitas di pesawat menjadi simbol bahwa di ketinggian lebih dari 30 ribu kaki sekalipun, Garuda Indonesia terus membawa semangat Indonesia untuk tetap terhubung dan bergerak maju," ujar Glenny.
Dalam tahap pengujian tersebut, Garuda Indonesia tidak hanya melihat kemampuan penumpang untuk berkirim pesan atau mengakses informasi melalui internet. Sejumlah penumpang yang mendapatkan akses khusus juga dapat mencoba aktivitas digital dengan kebutuhan konektivitas lebih tinggi, salah satunya melakukan video call selama penerbangan.
Uji coba tersebut menjadi langkah awal bagi Garuda Indonesia untuk mengukur berbagai aspek sebelum layanan konektivitas internet berkecepatan tinggi diterapkan secara lebih luas. Evaluasi mencakup performa jaringan, pengalaman pengguna, kesiapan operasional, aspek keselamatan, serta kesesuaian layanan dengan regulasi penerbangan.
Garuda Indonesia menyatakan pengembangan layanan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan armada dan teknologi pendukung. Implementasi layanan high-speed inflight connectivity diproyeksikan mulai dilakukan secara bertahap pada 2027 setelah berbagai tahapan evaluasi dan persiapan dinyatakan memadai.
Pengembangan internet cepat di dalam pesawat menjadi bagian dari upaya Garuda Indonesia menghadirkan pengalaman penerbangan yang semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat digital. Penumpang nantinya tidak hanya dapat menggunakan penerbangan sebagai sarana berpindah tempat, tetapi juga tetap menjalankan aktivitas komunikasi dan pekerjaan selama berada di udara.
"Ini merupakan langkah awal dari pengembangan yang akan terus kami lakukan. Ke depan, kami ingin pengalaman terbang bersama Garuda Indonesia semakin seamless dan terkoneksi tanpa meninggalkan karakter layanan khas Indonesia yang menjadi kekuatan kami," kata Glenny.
Menurutnya, momentum peringatan Kemerdekaan Indonesia menjadi kesempatan bagi Garuda Indonesia untuk memperkenalkan inovasi yang sekaligus menggambarkan arah transformasi perusahaan. Kampanye âSinyal Merdekaâ diharapkan menjadi simbol semangat Garuda Indonesia untuk terus berkembang melalui teknologi sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perkembangan industri penerbangan global.
Dengan adanya pilot project tersebut, Garuda Indonesia kini mulai menguji seperti apa pengalaman internet berkecepatan tinggi ketika digunakan langsung oleh penumpang di dalam pesawat. Jika seluruh aspek teknologi, operasional, keselamatan, dan regulasi telah siap, layanan tersebut akan dikembangkan secara bertahap mulai 2027.
- PT Garuda Indonesia Tbk
- Garuda Indonesia
- Industri Penerbangan
- Teknologi Pesawat
- Maskapai Garuda Indonesia
- konektivitas
- Dunia Penerbangan
- WiFi pesawat
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Ditjen Hubdat Gelar Groundbreaking Charging Station BRT Cekungan Bandung
-
Dengan OTP 94.3%, Garuda Indonesia Tuntaskan Layanan Haji 2026
-
Gas Pol! Bek Persija Jakarta Jordi Amat Bersemangat Sambut Piala AFF Keduanya
-
Praktik Merugikan Peternak Diburu, Pelaku Usaha Terancam Sanksi
-
Kukuhkan Posisi Jadi Hub Penerbangan Utama di Asia Tenggara, Bandara Soekarno-Hatta Tingkatkan Infrastruktur & Layanan Digital
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.