Cegah Penyebaran Campak, Pemprov DKI Gelar Imunisasi Massal di Wilayah Terdampak

Jumat, 12 Sep 2025, 14:30 WIB

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan kasus campak di Ibu Kota tidak mengalami peningkatan signifikan seperti yang terjadi di sejumlah provinsi lain. Ia menyebut, kasus campak hanya terpantau di dua wilayah, yakni Cilincing, Jakarta Utara, serta Cengkareng, Jakarta Barat.

“Jakarta saat ini hal yang berkaitan dengan campak sebenarnya tidak ada sesuatu peningkatan seperti yang terjadi di provinsi-provinsi lain,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (12/9/2025).

Ket. Foto: — Sumber: ANTARA

Menurut Pramono, jumlah kasus campak di dua wilayah tersebut relatif sama dengan tahun sebelumnya. Kondisi ini dinilainya menunjukkan bahwa penyebaran campak di Jakarta masih terkendali.

“Sehingga dengan demikian untuk persoalan yang menyangkut campak di Jakarta ini benar-benar tidak seperti yang dikhawatirkan,” lanjutnya.

Meski begitu, Pramono mengingatkan agar kewaspadaan tetap ditingkatkan. Ia menilai potensi penularan dari luar Jakarta tetap perlu diantisipasi meskipun kasus di dalam kota terpantau stabil.

“Kalau melihat sampai dengan hari ini memang yang terjadi campak yang kami khawatirkan kalau kemudian dari luar masuk ke Jakarta. Tetapi kalau per hari ini di Jakarta tidak ada peningkatan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta melaporkan adanya lonjakan kasus campak pada awal September 2025. Data mencatat 218 kasus campak dan 63 kasus rubella yang telah terkonfirmasi.

“Kasus campak di DKI Jakarta itu sempat naik. Ada 218 kasus pada awal September, dan juga ada 63 kasus rubella yang sudah terkonfirmasi. Alhamdulillah, tidak ada kematian yang dilaporkan sampai dengan saat ini,” kata Kepala Dinkes DKI, Ani Ruspitawati, dalam seminar Cegah Campak dari Rumah Kita di Jakarta, Selasa (9/9/2025).

Ani menuturkan, salah satu wilayah dengan jumlah kasus terbanyak berada di Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, dengan 38 kasus positif. Pemerintah Provinsi DKI bersama Dinkes telah melakukan langkah cepat untuk menekan penyebaran penyakit ini.

Upaya pencegahan dilakukan melalui Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi massal di wilayah terdampak. Program ini dijalankan sebagai bagian dari penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) agar penyebaran campak dan rubella tidak semakin meluas.

Pemprov DKI Jakarta menegaskan komitmennya dalam menjaga kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak yang paling rentan terhadap campak. Kolaborasi dengan pemangku wilayah dan tenaga kesehatan terus diperkuat untuk memastikan cakupan imunisasi berjalan optimal.

Dengan langkah-langkah penanganan yang cepat, diharapkan kasus campak di Jakarta dapat ditekan secara berkelanjutan. Pemprov juga mengimbau masyarakat agar tidak lengah dan tetap mendukung program imunisasi sebagai perlindungan utama terhadap penyakit menular.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.