Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penyebab Cuaca Ekstrem di Bali Gelombang Ekuatorial Rossby, Apa Itu?

25 Kamis, 11 Sep 2025, 08:00 WIB | Oleh:
Penyebab Cuaca Ekstrem di Bali Gelombang Ekuatorial Rossby, Apa Itu? Penyebab Cuaca Ekstrem di Bali Gelombang Ekuatorial Rossby, Apa Itu? Doc: BMKG
Ket. Tangkapan layar - BMKG memetakan sebaran hujan lebat dengan warna merah di wilayah Bali dini hari dipantau di Denpasar, Bali, Rabu (10/9/2025).

JAKARTA - Gelombang ekuatorial Rossby kembali disebut sebagai pemicu hujan lebat dan banjir yang melanda sebagian wilayah Bali beberapa hari terakhir ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa aktivitas gelombang ekuatorial Rossby di kawasan Bali dan sekitarnya memicu peningkatan awan konvektif.

Kondisi ini pun sering kali berujung pada hujan intensitas yang tinggi. Selain itu, terjadi kelembapan udara yang tinggi hingga di lapisan 500 milibar (mb), serta suhu muka laut selatan Bali mencapai 28–29 derajat Celsius.

Dengan keadaan seperti ini, dapat membuat udara menjadi lembap dan terangkat, sehingga menghasilkan hujan lebat yang melanda wilayah tersebut.

 Apa Itu Gelombang Ekuatorial Russby?

Gelombang ekuatorial Rossby, yang kerap disebut gelombang Rossby, gelombang baroklinik, gelombang internal, atau gelombang planet, muncul akibat gangguan pada angin zonal di permukaan.

Gangguan ini biasanya dipicu oleh hembusan angin barat yang sangat kuat (Westerly Wind Burst/WWBs) dan berhubungan erat dengan fenomena Madden–Julian Oscillation (MJO).

Dalam kondisi tersebut, kecepatan angin zonal bisa melampaui 4 m/s dan berlangsung cukup lama, mulai dari 30–60 hari bahkan dapat berlanjut hingga beberapa bulan.

Selain itu, gelombang Rossby juga merupakan gejala dinamika fluida yang dapat terjadi di lapisan atmosfer maupun di perairan laut.

 Gelombang ini terbentuk karena interaksi antara rotasi bumi (efek Coriolis) dan gradien tekanan udara, kemudian bisa memperkuat pola pembentukan awan hujan, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia.

Namun, keberadaan gelombang ekuatorial Rossby memiliki peran krusial, yaitu memengaruhi terbentuknya pola cuaca dan iklim di seluruh wilayah dunia.

Pada tahun 1930-an, ilmuwan meteorologi Carl-Gustaf Rossby memperkenalkan fenomena gelombang atmosfer ini. Terjadinya gelombang tersebut dipicu oleh rotasi bumi yang menghasilkan efek Coriolis, ditambah dengan ketidaksamaan tekanan udara di lapisan atmosfer.

Selain itu, gelombang Rossby memiliki karakteristik, yakni bergerak relatif lambat dari barat ke timur dan mempengaruhi pola hujan di kawasan ekuator.

Kemudian terjadi hujan ekstrem, terutama saat kondisi kelembapan yang tinggi, sirkulasi atmosfer yang mendukung, dan suhu permukaan laut yang hangat.

Saat gelombang ini berada dalam fase aktif, pergerakan angin di lapisan bawah atmosfer menjadi labil. Sementara udara lembap yang berasal dari Samudra Hindia dan Laut Jawa, telah mengumpul di suatu kawasan.

Apabila ditambah dengan suhu permukaan laut yang cukup hangat, kelembapan tinggi, serta pola sirkulasi atmosfer yang mendukung, potensi terjadinya hujan lebat akan semakin tinggi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
MotoGP Australia di Phillip Island Dibatalkan akibat Cuaca Buruk, Marquez Gagal Perlebar Keunggulan

MotoGP Australia di Phillip Island Dibatalkan akibat Cuaca Buruk, Marquez Gagal Perlebar Keunggulan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.