Menhut Raja Juli Nilai Perhutanan Sosial Jadi Motor Penggerak Ekonomi Hijau
Kamis, 11 Sep 2025, 10:20 WIBJAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menilai, pemanfaatan hutan sosial dengan tepat dapat menjadi salah satu motor penggerak utama dari ekonomi hijau.
âIni komitmen pemerintah dalam memperkuat sinergi dengan masyarakat, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, dan mitra pembangunan. Dengan kebersamaan, kita bisa menjadikan perhutanan sosial sebagai motor penggerak ekonomi hijau yang berkelanjutan,â kata Menhut dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis (11/9).
Lebih lanjut, Raja Antoni mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga ekosistem, menciptakan keseimbangan lingkungan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
âIni menegaskan pentingnya peran stakeholder (pemangku kepentingan), mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, mitra pembangunan, dunia usaha, hingga masyarakat dalam mewujudkan keberhasilan perhutanan sosial,â ujar Menhut.
Menhut pun mengatakan, Kelompok Perhutanan Sosial Kelompok Tani Cinta Mangrove di Desa Perupuk, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, merupakan salah satu contoh pemanfaatan perhutanan sosial.
Kelompok Tani Cinta Mangrove merupakan Kelompok Perhutanan Sosial dengan Skema Hutan Kemasyarakatan yang sudah memiliki persetujuan pengelolaan perhutanan sosial sesuai SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK. 5467/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/8/2018 Tanggal 28 Agustus 2018.
Kelompok tani ini pun dikenal aktif dalam kegiatan penanaman, perlindungan, dan pemanfaatan mangrove secara lestari.
âPotensi dasar pada usaha yang dilakukan adalah wisata alam berbasis hutan mangrove. Terdapat di dalamnya jungle track, wisata kuliner, Paviliun Japan, panahan, tempat pemancingan dan budidaya kepiting bakau,â kata Menhut.
Kegiatan wisata yang sudah di kelola kurang lebih empat tahun ini cukup menarik para pengunjung dengan berbagai fasilitas hingga spot foto di kawasan hutan mangrove yang dikelola.
Kelompok Tani Cinta Mangrove pun memiliki KUPS Jasa Lingkungan Wisata Kampung Kito, yang berhasil memberikan pendapatan kurang lebih Rp2 miliar per tahunnya.
Tak hanya itu, kawasan mangrove khususnya pada areal kelola Kelompok Tani Cinta Mangrove Desa Perupuk juga menjadi lokasi persinggahan burung migran yang datang setiap tahunnya.
Keberadaan banyak spesies langka dan terancam punah menjadikan pesisir Pantai Timur Kabupaten Batu Bara sebagai kawasan yang sangat penting untuk konservasi burung dan dapat dikembangkan menjadi ekowisata berbasis minat khusus seperti pengamatan burung.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Janice Tjen/Chan Hao-ching Hadapi Piter/Klepac di Babak Pertama Ganda Indian Wells
-
BGN Setop Sementara 1.256 SPPG di Indonesia Timur Tanpa IPAL dan SLHS
-
Dorong Ekonomi Hijau, IRT Denpasar Sulap Sampah Dapur Jadi Pupuk Anggrek
-
LA Lakers Menang Tipis 105-104 atas Orlando Magic
-
Jadi Seru, GoPay Spiker Hadirkan Lebih Banyak Pilihan Suara Notifikasi
-
Kirim Paket Makin Praktis, J&T Express Kini Hadir di Aplikasi MyTelkomsel
-
Green Financing Dibuka! Proyek Hijau RI Kini Gampang Dapat Modal, ESG-IN Gandeng IDCTA
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.