Piala Dunia 2026 Terancam Panas Ekstrem : 10 Stadion Berisiko Tinggi

Rabu, 10 Sep 2025, 09:17 WIB

LONDON – Piala Dunia 2026 di Amerika Utara berpotensi menjadi turnamen terakhir yang digelar tanpa langkah adaptasi iklim. Hal ini diungkapkan dalam laporan terbaru berjudul Pitches in Peril yang menyoroti ancaman cuaca ekstrem terhadap penyelenggaraan sepak bola dunia.

Laporan tersebut menemukan bahwa 10 dari 16 stadion tuan rumah berada dalam kategori berisiko sangat tinggi mengalami stres panas ekstrem. Bahkan, pada tahun 2050, hampir 90 persen stadion di Amerika Utara diprediksi membutuhkan adaptasi khusus terhadap panas, sementara sepertiga di antaranya akan menghadapi krisis pasokan air.

Ket. Foto: Ilustrasi stadion Piala Dunia 2026 — Sumber: AFP

Ancaman serupa juga diprediksi membayangi Piala Dunia 2030 dan 2034, dengan dampak yang meluas hingga ke lapangan-lapangan akar rumput yang pernah melahirkan 18 pemain legendaris dunia.

“Sebagai orang Spanyol, saya tidak bisa menutup mata terhadap krisis iklim,” kata Juan Mata, pemenang Piala Dunia 2010, sambil mengenang banjir besar yang melanda Valencia tahun lalu. “Sepak bola selalu menyatukan orang, tapi kini juga jadi pengingat apa yang bisa kita kehilangan.”

Isu ini semakin relevan setelah Piala Dunia Antarklub 2025 di Amerika Serikat sempat menghadirkan kondisi cuaca ekstrem: panas terik dan badai petir yang memaksa FIFA mengubah protokol pertandingan dengan menambah jeda pendinginan, menyediakan bangku teduh, serta kipas pendingin.

Menurut laporan tersebut, 14 dari 16 stadion tuan rumah Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko pada 2025 sudah melampaui ambang batas aman FIFA untuk tiga ancaman iklim besar: panas ekstrem, hujan lebat, dan banjir.

Sebanyak 13 stadion tercatat mengalami setidaknya satu hari setiap musim panas dengan suhu indeks Wet-Bulb Globe Temperature (WBGT) di atas 32 derajat Celcius,batas yang digunakan FIFA untuk mewajibkan jeda minum. Kota-kota seperti Atlanta, Dallas, Houston, Kansas City, Miami, dan Monterrey bahkan melampaui ambang itu hingga lebih dari dua bulan.

Lebih serius lagi, 10 stadion tercatat mengalami hari dengan WBGT 35 derajat Celcius,level yang diidentifikasi ilmuwan iklim sebagai batas kemampuan adaptasi manusia terhadap panas ekstrem. Dallas mencatat 31 hari, sementara Houston mencapai 51 hari. Meski stadion di kedua kota tersebut dilengkapi atap untuk meredam panas, risiko iklim tetap meluas hingga ke lapangan komunitas.

Ancaman ini bukan hanya terjadi di Amerika. Laporan menyebut lapangan tempat Mohamed Salah tumbuh di Mesir berpotensi menghadapi lebih dari sebulan panas tak layak main tiap tahun, sementara lapangan masa kecil kapten Nigeria William Troost-Ekong diprediksi mengalami 338 hari panas ekstrem pada 2050.

“Kecuali kita mengambil langkah drastis, seperti memindahkan kompetisi ke musim dingin atau kawasan lebih sejuk, risiko ini akan terus membesar,” ujar Piers Forster, Direktur Priestley Centre for Climate Futures di Leeds.

Laporan setebal 96 halaman itu juga mendesak industri sepak bola untuk berkomitmen mencapai emisi nol bersih pada 2040, menyusun rencana dekarbonisasi yang kredibel, serta membentuk dana adaptasi iklim. Menariknya, 91 persen dari 3.600 penggemar yang disurvei di tiga negara tuan rumah berharap Piala Dunia 2026 bisa menjadi teladan keberlanjutan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

Liga Inggris: Iraola Bawa Misi Kebangkitan Liverpool, Era Baru Dimulai di Anfield

Kabar Terbaru BMKG: Peringatan Dini Tsunami Dinyatakan Berakhir

Berita Duka! BNPB Sebut Dua Meninggal Dunia Akibat Gempa Nagekeo NTT

Demi Totalitas Akting, Aktor Vino Bastian-Rizky Hanggono Rela Naik Berat Badan

Perkuat Energi Bersih, PLTM Salu Noling di Sulsel Kantongi Sertifikat Laik Operasi

Jadi Daya Tarik Wisata Edukasi, Desa Wisata Dipromosikan ke Australia

Menyedihkan, Sejumlah Bangunan di Kota Bima NTB Rusak Terdampak Gempa M 7,7 di NTT

Kabar Duka! Satu Orang di Maumere Ditemukan Meninggal Dunia Akibat Gempa

Temuan Baru! Peneliti Australia Temukan Cara Cegah Malaria, Ubah Gigitan Nyamuk Mematikan Jadi Booster Imun

Energi Surya Harus Jadi Andalan! IESR Ungkap Pentingnya Pembangunan PLTS

The Script Gelar Konser Lagi di GBK Jakarta! Catat Tanggalnya!

Keren! Niken Anjani Kembali Eksis di Film Bernuansa Hukum, Simak Peran Terbarunya

Liga Inggris: Manchester United Bangkit, Carrick Ingin Ubah Momentum Jadi Era Baru

Breaking! BMKG Ingatkan Ancaman Tsunami hingga 3 Meter di NTT, NTB dan Sulsel

Gempa Dahsyat dengan Magnitudo 7,7 Guncang Flores, Bupati Keluarkan Imbauan Penting untuk Warga

Semoga Tidak Ada Jatuh Korban, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Usai Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo NTT

Terobosan Inovatif Pemprov Jabar, Fitur Imah Aing di Sapawarga Permudah Laporan Masyarakat di Rutilahu

Produksi Motor dan Mobil Listrik Nasional, RI Akan Dapat Keuntungan Berlapis!

Pelestarian Adat dan Budaya Keraton, Ada Potensi Ekraf di Dalamnya

Garuda Pertiwi U-16 Menggila, Arab Saudi Dihantam 7-0 di Srikandi Merdeka Cup 2026

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.