Warga Patangpuluhan Ubah Bantaran Winongo Jadi Pertanian Produktif

Kamis, 04 Sep 2025, 16:30 WIB

Bantaran Sungai Winongo di RW 07 Patangpuluhan, Wirobrajan, kini tidak lagi identik dengan kawasan kumuh. Berkat kerja sama warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Winongo Asri, lahan itu disulap menjadi area pertanian sayur-mayur sekaligus pusat pengelolaan sampah organik.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo yang meninjau lokasi pada Kamis (4/9/2025) menyebut, inisiatif warga ini sejalan dengan program pemerintah dalam memperluas ruang hijau sekaligus mengurangi timbunan sampah. Ia bahkan melihat potensi kawasan tersebut untuk dijadikan Unit Pupuk Organik (UPO).

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Pemkot Yogya

“Di sini banyak daun berguguran yang bisa diolah menjadi pupuk. Ditambah dengan sampah dapur rumah tangga, bahan bakunya cukup melimpah,” ujarnya.

Menurut Hasto, jika setiap kemantren memiliki UPO, volume sampah organik yang masuk ke depo bisa ditekan. Sebaliknya, hasil pengolahan justru kembali ke masyarakat dalam bentuk pupuk yang mendukung pertanian perkotaan.

Ia juga menyoroti upaya warga mengembangkan budidaya maggot sebagai pakan berbasis sampah organik. “Ini bukan sekadar inovasi, tetapi bukti kepedulian warga terhadap lingkungan. Saya berharap langkah seperti ini bisa diperluas ke seluruh wilayah kota,” katanya.

Ketua RW 07 Patangpuluhan, Elly Popika Sari, menegaskan warga berkomitmen menjaga bantaran sungai agar tidak kembali kumuh. Pertanian sayur, pengolahan sampah, dan budidaya maggot terbukti mampu menjaga lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

“Kami berharap dukungan Pemkot terus berlanjut sehingga kawasan ini bisa menjadi contoh pengelolaan lingkungan berbasis komunitas,” ujarnya.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.