Koperasi Merah Putih Samarinda Tagih Aksi Nyata Himbara

Rabu, 03 Sep 2025, 23:27 WIB

JAKARTA - Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Lempake di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, menanti kepastian skema pembiayaan dari bank Himbara dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) guna mendukung operasional koperasi agar lebih maksimal.

Ketua KKMP Lempake, Adung KS Utomo saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (3/9), mengatakan koperasi yang telah beroperasi sejak diluncurkan pada 21 Juli 2025 itu menghadapi tantangan dalam modal kerja.

Ket. Foto: Petugas menata kemasan gula dan minyak goreng yang dijual di Koperasi Kelurahan Merah Putih di Lempake, Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (21/7/2025). — Sumber: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Ia menjelaskan bahwa hingga kini belum ada petunjuk teknis dari Himbara dan LPDB terkait pembiayaan. Akibatnya, koperasi tidak bisa bergerak maksimal untuk mengembangkan usaha.

“Mereka masih menunggu petunjuk teknis dari pusat. Akhirnya kami tidak bisa bergerak sama sekali,” kata Adung.

Ia menuturkan saat awal peluncuran, koperasi mendapatkan dukungan pasokan barang dari berbagai BUMN seperti Bulog, ID Food, Pertamina, dan Pupuk Indonesia melalui skema konsinyasi, sebuah skema kerja sama ketika barang disiapkan langsung oleh BUMN dan dibayar setelah laku terjual.

Namun, skema ini sudah tidak berlaku lagi, sehingga koperasi harus mengeluarkan modal untuk membeli stok barang dalam jumlah besar.

"Dulu kami diberi konsinyasi. Sekarang tidak bisa, harus beli putus. Ini menjadi masalah besar karena kami belum punya modal," ujarnya.

Adung menuturkan kendala ini membuat KKMP Lempake, yang menjadi koperasi percontohan di Kalimantan Timur, tidak bisa memenuhi kebutuhan pasar secara optimal, padahal permintaan dari masyarakat di sekitar wilayahnya cukup tinggi.

Menanggapi masalah pembiayaan, Adung mengusulkan skema pinjaman yang lebih fleksibel, yaitu pinjaman dengan plafon. Ia menganggap skema ini lebih menguntungkan dan tidak membebani koperasi.

"Saya lebih memilih dikasih pinjaman plafon, anggaplah Rp500 juta, tapi yang kami bayar hanya yang kami gunakan," ucapnya.

Menurut Adung, skema ini lebih baik daripada mendapatkan pinjaman modal besar, misalnya Rp3 miliar, yang harus diangsur setiap bulan. Pinjaman besar bisa menjadi beban jika dana tidak produktif, sementara kewajiban angsuran terus berjalan.

"Ketika kami hanya memakai Rp100 juta, ya Rp100 juta ini yang kami bayar. Tapi yang Rp400 juta itu standby, tidak menjadi beban kami," ujar Adung.

Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya telah meneken Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 63 Tahun 2025 yang menetapkan penggunaan saldo anggaran lebih (SAL) APBN 2025 untuk disuntikkan ke perbankan guna mendukung pembiayaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Empat bank yang ditunjuk untuk menyalurkan pinjaman adalah BNI, BRI, Mandiri dan BSI.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.