PLTS Atap Terpasang Tembus 538 MWp: Sinyal Serius Transisi Energi RI?
📅 Selasa, 02 Sep 2025, 17:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara.
JAKARTA - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap memiliki peran strategis dalam mendukung transisi energi Indonesia menuju bauran energi bersih.
Sebagai solusi desentralisasi energi, PLTS atap mampu menekan ketergantungan pada energi fosil sekaligus mengurangi emisi karbon, sejalan dengan target net zero emission 2060.
Dari sisi ekonomi, implementasi PLTS atap dapat menekan biaya listrik jangka panjang bagi rumah tangga maupun industri, sekaligus membuka peluang investasi hijau dan lapangan kerja baru di sektor energi terbarukan.
Selain itu, adopsi PLTS atap memperkuat ketahanan energi nasional karena distribusi produksi listrik lebih merata dan tidak sepenuhnya bergantung pada jaringan sentral.
Namun, keberhasilan pengembangannya membutuhkan dukungan regulasi yang konsisten, insentif fiskal yang menarik, serta edukasi publik agar partisipasi masyarakat semakin meningkat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap per Juli 2025 telah mencapai 538 MWp tersebar di 10.882 pelanggan PLN.
Direktur Aneka Energi Baru dan Terbarukan Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Andriah Feby Misna mengatakan pemerintah menargetkan kapasitas PLTS atap bisa mencapai 1 GW pada akhir tahun ini.
“Harapan kami pada tahun ini untuk PLTS atap ini bisa mencapai 1 GW untuk PLTS atap sendiri, di luar PLTS lain,” ujar Feby dalam media briefing di Jakarta, Selasa (2/9).
Sebaiknya Anda baca juga:
Secara total, target kapasitas PLTS atap hingga tahun 2028 adalah 2 GW. Target ini tersebar di berbagai wilayah: Jawa, Madura, Bali (Jamali) sebesar 1.850 MW, Kalimantan 104 MW, Sumatera 95 MW, Sulawesi 17 MW, dan Maluku, Papua, Nusa Tenggara (Mapana) 7 MW
Selain PLTS atap, pemerintah juga telah menetapkan target untuk PLTS skala besar. Hingga tahun 2034, target kapasitas total PLTS terapung dan PLTS darat mencapai 17 GW.
Feby juga memaparkan potensi besar PLTS terapung yang mencapai 89,37 GW di 293 lokasi. Potensi ini mencakup 14,7 GW di 257 bendungan Kementerian PUPR dan 74,67 GW di 36 danau.
Feby menyebut saat ini beberapa proyek PLTS skala besar telah menunjukkan progres signifikan. Proyek-proyek seperti PLTS Terapung Saguling, Singkarak, dan Karangkates berada di tahap pra-konstruksi dengan total kapasitas 210 MW.
Sementara itu, PLTS Terapung Cirata di Jawa Barat telah beroperasi dengan kapasitas 145 MW.
Selain proyek-proyek skala besar, pemerintah juga mendorong pengembangan energi surya melalui program dedieselisasi, yang merupakan program untuk mengganti penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar diesel dengan pembangkit listrik yang menggunakan sumber energi terbarukan, seperti PLTS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!