Berikut Jumlah Bangunan dan Fasum yang Rusak Selama Demo
Selasa, 02 Sep 2025, 12:07 WIBJAKARTA-Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan membangun kembali dan memperbaiki fasilitas umum (Fasum) yang rusak pasca demonstrasi di berbagai daerah di Indonesia pada akhir Agustus lalu. Hal itu untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna.
Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU, Dewi Chomistriana, mengatakan bahwa seluruh Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) di seluruh Indonesia saat ini tengah melakukan identifikasi lapangan.Â
âDirektorat Jenderal Cipta Karya akan segera menindaklanjuti Instruksi Presiden untuk merespon peristiwa yang berdampak pada kerusakan infrastruktur. Kriteria awal meliputi terbakar atau tidak terbakar, serta indikasi tingkat kerusakan ringan, sedang, atau berat,"ungkapnya di Jakarta, Senin (1/9).
Hingga Senin 1 September terangnya, telah diidentifikasi 42 bangunan gedung dan 32 pos polisi yang tersebar di 29 kota pada 12 provinsi. Data ini masih berpotensi terus bertambah dan akan difinalisasi terus sesuai perkembangan di lapangan. "Untuk kerusakan sedang hingga berat, kami akan berkoordinasi dengan Komite Keandalan Bangunan Gedung untuk pengecekan dan perencanaan perbaikannya,â jelas Dewi.
Pendanaan rehabilitasi juga telah disiapkan dengan mekanisme tanggap darurat. âUntuk kerusakan ringan, alokasi pendanaan bisa dilakukan dalam waktu tujuh hari menggunakan anggaran tanggap darurat. Sedangkan untuk kerusakan sedang dan berat, perhitungan kebutuhan biayanya sedang dilakukan. Jika diperlukan, tambahan anggaran akan segera kami sampaikan,â tambah Dewi.
Menteri PU Dody Hanggodo mengaku sudah menginstruksikan Sekretaris Jenderal dan Direktur Jenderal Cipta Karya untuk mulai mengidentifikasi infrastruktur publik mana saja yang harus kita rehabilitasi. Instruksi Presiden bersifat cepat dan tepat, sehingga harus klasifikasikan mana kerusakan yang ringan, sedang, berat, atau perlu rehabilitasi total.
Percepat Pendataan
Menteri PU Dody Hanggodo juga menekankan percepatan pendataan. âSaya minta teman-teman di lapangan untuk bekerja lebih cepat dalam situasi tanggap darurat ini. Harapannya sore ini data sudah terkumpul sehingga dapat segera dilaporkan kepada Presiden. "Jadi kita selesaikan laporan administrasi dulu, lalu pekerjaan fisik dapat dimulai setelah kondisi cukup tenang, yaitu akhir minggu ini atau awal minggu depan,â tegas Menteri Dody.
Menteri Dody juga berpesan agar koordinasi dengan pemerintah daerah juga ditingkatkan. âMohon dapat berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota setempat serta Polda dan Polres. Supaya lebih jelas terkait pembagian tugas penanganan infrastrukturnya, mana yang ditangani Kementerian PU dan mana yang ditangani pemerintah daerah,â ujar Menteri Dody.
Dengan langkah cepat ini, Kementerian PU memastikan rehabilitasi fasilitas umum dapat segera dilakukan untuk memulihkan fungsi layanan publik dan mendukung stabilitas sosial di daerah terdampak.
- Fasilitas Umum
- Kementerian PU
- Aksi Demonstrasi
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Kementerian PU Kebut Pemulihan 121 Fasilitas Kesehatan Pascabencana di Sumatra
-
Aksi Demo Hari Ini Ada di 6 Titik, Dishub DKI Siapkan Rute Alternatif untuk Pengguna Jalan
-
Rest Area Pertama Tol Cisumdawu Siap Dibuka Fungsional Saat Nataru, Progres Sudah 66,92 Persen
-
Jaga Konektivitas Trans Kalimantan, KemenPU Preservasi 2 Jembatan Panjang Sungai Kapuas
-
Pastikan Disiplin Petugas, PT KAI Daop 7 Intensifkan Inspeksi Malam di Perlintasan Sebidang
-
Ada Demo di Monas dan Gedung DPR, Hindari Ruas Jalan Ini
-
PU Kebut Perbaiki Alur Sungai Batang Baliang di Solok, Sudah 780 Meter Beres
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.