Perpustakaan Yogyakarta Hidupkan Literasi Lewat Kelas Gantari Nembang Macapat

Senin, 01 Sep 2025, 17:50 WIB

YOGYAKARTA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta kembali menggelar *Kelas Gantari* sebagai upaya menghidupkan tradisi literasi, khususnya melalui layanan Pusat Unggulan Naskah Kuno.

Tahun ini, kegiatan difokuskan pada pembelajaran *nembang macapat*. Pilihan tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa sebagian besar naskah kuno Jawa, seperti serat dan babad, ditulis dalam bentuk syair macapat. Melalui kelas ini, peserta diajak mempelajari cara melagukan syair-syair tersebut sesuai pakemnya.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Yogyakarta

Materi yang digunakan diambil dari *Serat Wulangreh* karya Paku Buwono IV, naskah klasik yang berisi ajaran tentang budi pekerti.

Kegiatan berlangsung di Ruang Audio Visual Perpustakaan Kota Yogyakarta pada 15–29 Agustus 2025, setiap Jumat pukul 13.00–15.00 WIB. Sebanyak 15 peserta mengikuti kelas ini dengan pemandu Eka Danang, pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

“Jenis tembang macapat yang dipelajari ditentukan bersama peserta. Mereka bebas memilih dari sebelas jenis tembang yang ada,” jelas Danang.

Salah satu peserta, Dika Kartika, mahasiswa asal luar daerah, mengaku senang bisa ikut serta. “Kelasnya seru dan menambah wawasan baru, terutama dalam melagukan syair berbahasa Jawa,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, Dinas Perpustakaan berharap perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang belajar sepanjang hayat sekaligus sarana untuk mengenalkan kembali khazanah naskah kuno kepada masyarakat.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.