Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DKJ Serukan agar Warga Menjaga Benda Peninggalan Sejarah

📅 Senin, 01 Sep 2025, 22:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
DKJ Serukan agar Warga Menjaga Benda Peninggalan Sejarah Doc: ANTARA
Ket. Arsip foto - Warga saat melihat Gedung Negara Grahadi Surabaya di Jalan Gubernur Suryo dibakar massa pada Sabtu (30/8/2025) malam.

JAKARTA – Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Bambang Prihadi, berharap masyarakat menyadari dan menjaga bangunan hingga barang bersejarah serta mengutuk aksi anarkis dan vandalisme terhadap benda historis itu.

"Itu saya tidak habis pikir, makanya saya mengutuk keras atas itu (perusakan bangunan dan benda bersejarah), siapapun dia. Saya mengajak seluruh masyarakat, seluruh warga negara ini gitu ya, sangat-sangat berharap saya dari mereka untuk memiliki kesadaran atas apa yang kita miliki dari peninggalan bersejarah itu adalah bagian dari diri kita," ujar Bambang saat ditemui di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (01/9).

Bambang menilai aksi perusakan terhadap peninggalan sejarah tak hanya kejahatan serius, namun juga hal yang di luar kemanusiaan. Sebab, benda-benda bersejarah memiliki nilai yang tak terkira, menjadi saksi atas kehadiran dan terbentuknya sebuah bangsa, yakni bangsa Indonesia.

"Sejarah kan bukan benda-benda itu bukan benda mati, tapi benda yang membuat diri kita tuh ada hari ini," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa sejarah masa lalu merupakan bagian yang tak terpisahkan dari negeri.

"Jadi kalau kita hancurkan itu, sesungguhnya kita sedang menghancurkan diri kita hari ini. Tolong disadari itu," ujar Bambang.

Sebelumnya, Kementerian Kebudayaan melaporkan kerusakan pada bangunan cagar budaya dan museum yang tersebar di Kediri, Surabaya hingga Bandung.

Terdapat sejumlah koleksi yang rusak dan hilang dari Museum Bagawanta Bhari Kediri, Jawa Timur. Koleksi yang hilang antara lain kepala patung Ganesha, koleksi wastra (kain batik), dan buku-buku lama, sementara itu koleksi miniatur lumbung mengalami kerusakan parah.

Beberapa koleksi lain seperti arca Bodhisatwa, dan bata berinskripsi mantra-mantra berhasil diselamatkan oleh Juru Pelihara Kementerian Kebudayaan.

Selain itu, Kementerian Kebudayaan juga menyesalkan terjadinya pembakaran yang terjadi di Gedung Cagar Budaya lainnya yang meliputi Gedung Grahadi Surabaya yang merupakan cagar budaya peringkat Provinsi Jawa Timur yang merupakan Rumah Dinas Gubernur Jawa Timur.

Bagian utama Gedung dibangun pada tahun 1795 dengan gaya arsitektur yang khas. Bagian gedung yang terbakar di sisi barat bagian depan, kemudian Gedung Cagar Budaya tingkat Kota Bandung di Jalan Diponegoro No 20.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

17 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.