Gila! Dokter Hewan Merangkap Dosen di Yogya Edarkan Stem Cell Ilegal di Tengah Pemukiman
Rabu, 27 Agu 2025, 16:02 WIBMagelang â Sebuah praktik pengobatan ilegal yang menawarkan terapi berbasis stem cell terbongkar oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM). Operasi ini membongkar sarana peredaran produk biologi ilegal bernama sekretom, yang ternyata dikelola oleh seorang dokter hewan sekaligus dosen di Yogyakarta.
Temuan ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya praktik pengobatan terhadap manusia di sebuah rumah yang berlokasi di pemukiman padat Kelurahan Potrobangsan, Magelang Utara. Meski mencantumkan papan nama sebagai praktik dokter hewan, kenyataannya tempat tersebut memberikan suntikan sekretom kepada pasien manusia.
Sekretom sendiri merupakan turunan dari sel punca atau stem cell, mengandung berbagai senyawa seperti eksosom, sitokin, hingga zat imunomodulator. Produk ini dipromosikan dapat mencegah kanker, meningkatkan stamina, bahkan membuat awet muda. Namun menurut Kepala BPOM, Prof. Taruna Ikrar, klaim tersebut tak punya dasar ilmiah dan tidak melalui uji klinis resmi.
"Mereka mengklaim bisa mencegah kanker dan bikin awet muda, padahal tanpa uji klinis. Produk ini bahkan belum punya izin edar," ungkap Taruna dalam konferensi pers.
Yang lebih mencengangkan, produk sekretom tersebut diproduksi secara mandiri oleh pelaku berinisial YHF (56 tahun), dengan fasilitas laboratorium yang diduga milik sebuah universitas ternama di Yogyakarta, tempat pelaku juga berprofesi sebagai dosen dan peneliti.
BPOM menyita puluhan botol sekretom dalam bentuk cairan dan krim, serta alat suntik, termos pendingin, dan dokumen pasien dari berbagai daerah. Nilai keekonomian praktik ilegal ini ditaksir mencapai Rp230 miliar.
Menurut BPOM, praktik ini melanggar Undang-Undang Kesehatan No. 17 Tahun 2023, dengan ancaman penjara hingga 12 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar. Pelaku juga dijerat pasal karena melakukan praktik kefarmasian tanpa keahlian.
âProduk ilegal bukan cuma bahaya bagi kesehatan, tapi juga menurunkan daya saing produk biologi dalam negeri,â tambah Taruna.
Kasus ini menjadi peringatan keras akan bahaya pengobatan tanpa landasan medis yang kini marak dikemas dalam tren âanti-agingâ dan âhealing modernâ. BPOM pun mengajak masyarakat agar lebih waspada dan tidak mudah percaya pada terapi medis yang belum teruji secara ilmiah.
- BPOM
- stem cell ilegal
- sekretom ilegal
- dokter hewan praktik ilegal
- pengobatan ilegal Magelang
- terapi ilegal
- kriminal kesehatan Indonesia
Redaktur: Andriani Nuraini
Penulis: Andriani Nuraini
Berita Terkait:
-
Kemenhaj Prioritaskan Layanan bagi Calon Haji Lansia dan Difabel
-
Midea Luncurkan Mesin Cuci Inovatif dengan Teknologi Pet Hair Removal yang dapat Angkat Bulu Hewan Peliharaan
-
Siap Tembak, F-15 Jepang Berhasil Dikunci oleh Jet Tempur J-15 Tiongkok
-
Gout Gout Cetak Waktu Fantastis 19,67 Detik, Menangi Lari 200 m dan Lampaui Catatan Usain Bolt di Usia yang Sama
-
Tangerang Masih Berkutat Atasi 13.000 KK Korban Banjir
-
Dinilai Mengancam Mata Pencaharian, Pedagang Kecil se-Jakarta Konsolidasi Tolak Ranperda KTR
-
KPK Periksa Mantan Kadis PUPR Papua Terkait Dugaan Suap
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.