Kompetensi Dokter Bedah Harus Mampu Mengikuti Perkembangan Teknologi Kedokteran

Senin, 28 Sep 2026, 15:52 WIB

YOGYAKARTA -- Pengurus Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI) Yogyakarta periode 2026–2029 menyiapkan program peningkatan kompetensi dokter spesialis bedah agar mampu mengikuti perkembangan teknologi kedokteran.

Ketua PABI Yogyakarta periode 2026–2029 Budi Cahyono Putro mengatakan kebutuhan dokter bedah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah mencukupi, tetapi pelaksanaannya masih menghadapi berbagai tantangan.

Ket. Foto: Pengurus baru PABI Yogyakarta saat pembacaan sumpah/janji pengurus PABI Yogyakarta periode 2026-2029 di Hotel Grand Rohan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (27/9/). — Sumber: ANTARA/Agung Dwi Prakoso

"Kita dihadapkan pada kemajuan teknologi dan kita harus menjalankan tugas dengan prinsip patient safety," katanya seusai pelantikan Pengurus PABI Yogyakarta periode 2026–2029 di Hotel Grand Rohan, Bantul, Minggu.

Menurut dia, PABI Yogyakarta mendorong seluruh anggota terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan di bidang spesialisasi bedah agar mampu mengikuti perkembangan teknologi kedokteran.

"PABI Yogyakarta ini merupakan organisasi yang bisa mengakomodir dokter-dokter bedah di wilayah Yogyakarta ini agar kita selalu meng-update ilmu," ujarnya.

Ia mengatakan penguatan kegiatan ilmiah dan pengembangan kompetensi anggota menjadi bagian penting dari program kepengurusan selama periode mendatang.

"Pengembangan keilmuan harus menjadi bagian penting dari organisasi profesi, kegiatan ilmiah dan peningkatan kompetensi akan menjadi bagian yang terus kami dorong dalam kepengurusan ke depan," katanya.

Budi mengatakan program peningkatan kapasitas melalui seminar dan diskusi menjadi salah satu fokus PABI Yogyakarta dalam beberapa tahun ke depan.

"Kami nanti akan mengadakan kegiatan webinar, penyuluhan kepada masyarakat umum tentang penyakit-penyakit bedah dan sebagainya," katanya.

Salah satu program peningkatan kompetensi yang disiapkan adalah Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) PABI 2027 dengan Yogyakarta sebagai tuan rumah.

Kegiatan tersebut diperkirakan dihadiri sekitar 3.000 anggota PABI dari berbagai daerah di Indonesia.

"Harapannya, PIT PABI 2027 di Yogyakarta dapat menjadi forum ilmiah yang memberikan manfaat bagi anggota PABI dan turut mendorong peningkatan kualitas pelayanan bedah kepada masyarakat," katanya.

Selain pengembangan kompetensi, PABI Yogyakarta juga berencana melanjutkan program bakti sosial yang telah dilakukan kepengurusan sebelumnya, termasuk keterlibatan dalam kegiatan khitanan massal.

"Dokter bedah itu kan dokter yang siap mengabdi untuk masyarakat," ujarnya.

  • Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI)

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.