Gout Gout Cetak Waktu Fantastis 19,67 Detik, Menangi Lari 200 m dan Lampaui Catatan Usain Bolt di Usia yang Sama

Senin, 13 Apr 2026, 00:45 WIB

SYDNEY - Bintang muda sprint Australia, Gout Gout, tampil sensasional dengan mencatat waktu 19,67 detik untuk menjuarai nomor 200 meter pada kejuaraan nasional di Sydney, Minggu (12/4) waktu setempat. Catatan ini bahkan lebih cepat dibanding rekor Usain Bolt pada usia yang sama.

Berlaga di Sydney Olympic Park Athletic Centre, pelari berusia 18 tahun itu menunjukkan performa luar biasa dalam lomba yang mencatat dua waktu terbaik dunia tahun ini. Rekan senegaranya, Aidan Murphy, finis kedua dengan waktu 19,88 detik, keduanya menembus batas 20 detik dengan bantuan angin yang masih dalam batas legal.

Ket. Foto: Bintang muda sprint Australia, Gout Gout. — Sumber: AFP

“Inilah yang saya tunggu-tunggu,” ujar Gout. “Kami punya atlet-atlet luar biasa di Australia. Bisa bersaing dengan mereka membuat kami saling mendorong hingga batas maksimal. Dua atlet Australia di bawah 20 detik, ini luar biasa.”

Nama Gout mulai mencuri perhatian sejak 2024, ketika ia mencatat waktu 20,04 detik di ajang Australian All Schools Athletics Championships. Catatan tersebut memecahkan rekor nasional milik Peter Norman (20,06 detik) yang bertahan sejak Olimpiade 1968.

Sebelumnya, waktu terbaik Gout adalah 20,02 detik, namun ia belum pernah menembus 20 detik secara resmi hingga kini. Dengan catatan 19,67 detik, ia melampaui capaian Bolt yang mencatat 19,93 detik pada tahun 2004 di usia yang sama.

“Ada beban besar yang akhirnya terlepas karena saya bisa melakukannya secara legal. Saya tahu saya punya kecepatan untuk mencatat waktu seperti ini,” kata Gout.

Lomba ini awalnya diprediksi menjadi duel sengit dengan rival terdekatnya, Lachlan Kennedy. Namun, atlet berusia 22 tahun itu mundur setelah tampil impresif di nomor 100 meter sehari sebelumnya.

Kennedy mencatat waktu 9,96 detik, menjadi catatan tercepat yang pernah dibuat atlet Australia di tanah sendiri. Ia bahkan mengulang waktu yang sama di babak penyisihan.

“Ini standar yang sudah saya tetapkan. Semoga saya bisa lebih cepat lagi ke depannya,” ujar Kennedy. “Langit adalah batasnya.”

Di nomor kari jarak menengah, Cameron Myers mempertegas potensinya dengan mencatat waktu 3:29,85 di nomor 1.500 meter, menjadi yang terbaik di dunia tahun ini sekaligus rekor nasional baru. Ia mengungguli juara Commonwealth Games, Oliver Hoare.

Myers juga melanjutkan performa gemilang dengan menjuarai nomor 5.000 meter lewat catatan terbaik pribadi 13:11,66.

Sementara itu, peraih perak Olimpiade Paris, Jessica Hull, gagal meraih treble winners lari 800 m-1.500 m-5.000 m setelah terjatuh di 100 meter terakhir nomor 1.500 meter. Ia tersandung dalam duel dengan Claudia Hollingsworth yang akhirnya finis pertama.

Hollingsworth sempat didiskualifikasi, namun kemudian dipulihkan setelah banding diterima. Hull sendiri mundur dari nomor lari 800 meter, yang dimenangi Abbey Caldwell (1:58,57), namun bangkit dengan menjuarai nomor 5.000 meter (15:13,21).

Juara lompat galah Olimpiade, Nina Kennedy, kembali menunjukkan kelasnya dengan lompatan 4,65 meter, gelar nasional kelima sepanjang kariernya. Ia masih bertanding dengan awalan terbatas usai cedera panjang, sebagai persiapan mempertahankan gelar di Glasgow.

“Saya puas dengan penampilan saya. Tidak perlu memaksakan tubuh, kemenangan sudah cukup nyaman,” ujarnya.

Di nomor lompat tinggi, juara dunia dan peraih perak Olimpiade, Nicola Olyslagers, mencatat lompatan 1,99 meter untuk mengungguli peraih perunggu Olimpiade, Eleanor Patterson (1,93 meter).

Kejuaraan ini pun menegaskan munculnya generasi emas baru atletik Australia, dengan Gout Gout menjadi sorotan utama lewat performa luar biasa yang berpotensi mengubah peta sprint dunia.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.