Vietnam Evakuasi Warga Akibat Topan Kajiki

Selasa, 26 Agu 2025, 02:30 WIB

VINH – Vietnam pada Senin (25/8) mengevakuasi puluhan ribu penduduknya dari wilayah pesisir saat Topan Kajiki menerjang daratan, menghantam wilayah tengah negara itu dengan angin kencang lebih dari 130 kilometer per jam.

Topan tersebut, yang kelima melanda Vietnam tahun ini, menghempas Teluk Tonkin dengan gelombang setinggi 9,5 meter sebelum menghantam pantai sekitar pukul 3 sore.

Ket. Foto: Dua warga Vietnam yang menaiki sepeda motor nekat menerjang topan saat berkendara di jalanan Kota Vinh pada Senin (25/8) sore. Topan Kajiki pada Senin sore menerjang Vietnam dengan kekuatan embusan angin hingga lebih dari 130 kilometer per jam. — Sumber: AFP/NHAC NGUYEN

Hampir 30.000 orang dievakuasi dari wilayah tersebut sementara 16.000 personel militer dimobilisasi dan semua kapal nelayan di jalur topan dipanggil kembali ke pelabuhan. Dua bandara domestik pun ditutup dan 35 penerbangan dibatalkan sebelum topan menerjang di antara Provinsi Nghe An dan Ha Tinh.

Kota tepi laut Vinh dilanda banjir semalaman, jalan-jalannya sebagian besar sepi dan sebagian besar toko serta restoran tutup karena penduduk dan pemilik bisnis menutup pintu masuk properti mereka dengan karung pasir.

"Saya belum pernah mendengar topan sebesar ini datang ke kota kami," kata Le Manh Tung, 66 tahun, yang mengungsi di stadion olahraga dalam ruangan Vinh, tempat keluarga-keluarga yang dievakuasi makan sarapan sederhana berupa nasi ketan.

"Saya agak takut, tapi kami harus menerimanya karena begitulah alam, kami tidak bisa berbuat apa-apa," imbuh dia.

Topan tersebut mendarat dengan kecepatan angin antara 118 dan 133 kilometer per jam, kata Pusat Prakiraan Hidro-Meteorologi Nasional Vietnam.

"Hujan akan terus berlanjut hari ini dan besok, dan dengan curah hujan yang tinggi tersebut, risiko banjir dan banjir bandang di sungai sangat tinggi," kata direktur Mai Van Khiem.

Para ilmuwan mengatakan perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia memicu pola cuaca yang lebih ekstrem dan tidak dapat diprediksi yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya banjir dan badai yang merusak, terutama di daerah tropis.

"Biasanya kami mengalami badai dan banjir, tetapi tidak pernah sebesar ini," kata Nguyen Thi Nhan, seorang pengungsi berusia 52 tahun.

Kekuatan topan ini diperkirakan akan menghilang secara drastis setelah mencapai daratan. Pusat Peringatan Topan Gabungan mengatakan kondisi menunjukkan tren pelemahan yang mendekat saat sistem mendekati landas kontinen Teluk Tonkin yang memiliki kandungan panas laut lebih sedikit.

Di Vietnam, lebih dari 100 orang tewas atau hilang akibat bencana alam dalam tujuh bulan pertama tahun 2025, menurut kementerian pertanian.

Vietnam menderita kerugian ekonomi sebesar 3,3 miliar dollar AS pada September lalu akibat Topan Yagi, yang melanda wilayah utara negara itu dan menyebabkan ratusan korban jiwa. AFP/I-1

  • kajiki storm

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.