Kemenkes Jamin Seluruh Vaksin yang Disediakan Pemerintah Aman dan Bermutu
Selasa, 26 Agu 2025, 16:17 WIBJAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan seluruh vaksin yang disediakan oleh pemerintah untuk masyarakat, seperti melalui Program Imunisasi Nasional, merupakan vaksin yang aman, bermutu, dan gratis.
âSemua vaksin yang kami masukkan dalam Program Imunisasi Nasional itu aman. Pemerintah menjaminnya karena semua vaksin itu sudah memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),â kata Direktur Imunisasi Kemenkes Prima Yosephine dalam konferensi pers mengenai penanganan kejadian luar biasa (KLB) campak, dipantau di Jakarta, Selasa (26/8).
Dia mengatakan hal itu untuk merespons sebagian masyarakat yang masih enggan membawa anaknya ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, seperti posyandu dan puskesmas, untuk memperoleh imunisasi, seperti imunisasi campak. Sebagian dari orang tua itu merasa khawatir dan takut vaksin yang disediakan oleh pemerintah berbahaya. Ketakutan itu berakibat pada penurunan tingkat imunisasi pada anak.
Ia mengatakan tingkat imunisasi campak mengalami penurunan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.
Ia mengatakan pada 2022 tingkat imunisasi campak, dalam hal ini vaksin MR1 yang diberikan pada anak usia 9 bulan di tanah air mencapai 102,2 persen. Akan tetapi pada tahun-tahun selanjutnya, tingkat capaian imunisasi itu menurun, yakni menjadi 95,4 persen pada 2023, 92 persen pada 2024, dan 45,1 persen per 24 Agustus 2025.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak takut terhadap keamanan vaksin yang disediakan oleh pemerintah.
Ia mengingatkan pula bahwa pemberian vaksin pada anak melalui imunisasi itu bernilai penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh mereka dari beragam penyakit, terutama campak.
Campak merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang menular dan ditandai dengan ruam kulit di seluruh tubuh dan gejala seperti flu yang disebabkan oleh virus rubella.
Salah satu pencegahan infeksi penyakit itu, melalui imunisasi.
Per 24 Agustus 2025, ujar dia, Kemenkes mencatat terdapat 46 KLB campak di 42 kabupaten/kota di 14 provinsi. Salah satu kabupaten yang tengah mengalami KLB campak itu, yakni Sumenep.
Ia menyebut hingga 24 Agustus 2025 terdapat total 2.139 kasus suspek atau dugaan campak di kabupaten yang terletak di ujung timur Pulau Madura itu. Dari dua ribuan kasus suspek itu, terdapat 205 kasus positif dengan angka kematian mencapai 17 kematian
Sebelumnya, Prima telah mengimbau seluruh orang tua ataupun pengasuh agar segera membawa anaknya menuju fasilitas kesehatan terdekat, seperti posyandu dan puskesmas untuk memperoleh imunisasi campak.
âKami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya orang tua dan para pengasuh, untuk segera membawa anak ke fasilitas posyandu, puskesmas, atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat lainnya yang memberikan layanan imunisasi,â kata dia.
- Vaksin
- kemenkes
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Hasil Piala Dunia U-20: Kolombia Rebut Peringkat Ketiga Usai Menang Tipis Atas Prancis
-
DLH Jakarta Wajibkan Kafe dan Restoran Pilah Sampah, Langgar Aturan Bakal Kena Sanksi?
-
Masyarakat Miskin Perdesaan di NTB Turun 18.970 Orang pada Maret 2025
-
Jakarta–Ankara Perkuat Jejaring Dagang dan Investasi Lewat Forum Bisnis
-
Saksi PT WKS Sengaja Mangkir Setiap Persidangan, Aktivis Nilai Hakim dan Jaksa Tak Miliki Nyali
-
Pemprov Papua Barat Daya Investasi SDM, Biayai Pendidikan Dokter Spesialis
-
Thailand Melanjutkan Aksi Militer ke Kamboja, Tak Gubris Trump
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.