Thailand Melanjutkan Aksi Militer ke Kamboja, Tak Gubris Trump

Minggu, 14 Des 2025, 08:05 WIB

JAKARTA – Upaya dan klaim Presiden Amerika Donald Trump tak mempengaruhi Thailand. Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul bersumpah akan melanjutkan aksi militer terhadap Kamboja. Ini berbeda dengan ungkapan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim telah memediasi gencatan senjata antara kedua negara.

Anutin Charnvirakul melalui media sosial, Facebook, pada Sabtu mengatakan bahwa ketegangan dengan Kamboja “jelas bukan kecelakaan di pinggir jalan” dan bahwa Thailand telah berbicara melalui tindakan mereka, menurut Thai Enquirer.

Ket. Foto: perang thailand lawan kamboja — Sumber: ist

“Thailand akan terus melakukan aksi militer sampai kami merasa tidak ada lagi bahaya dan ancaman terhadap tanah dan rakyat kami. Saya ingin memperjelas hal ini,” katanya.

Pernyataan PM Thailand tersebut disampaikan hanya beberapa jam setelah Trump pada Jumat mengatakan bahwa para pemimpin Thailand dan Kamboja telah sepakat untuk menghentikan kembali pertempuran dan kembali ke perjanjian damai yang ia bantu mediasi.

Trump mengatakan bahwa “percakapan yang sangat baik” dengan Anutin dan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet menghasilkan terobosan tersebut.

“Mereka telah sepakat untuk menghentikan seluruh tembakan efektif mulai malam ini, dan kembali ke Kesepakatan Damai awal yang dibuat bersama saya dan mereka, dengan bantuan Perdana Menteri Malaysia yang hebat, Anwar Ibrahim,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

Pada Sabtu, kedua pihak kembali saling menuduh melakukan penembakan dan pengeboman di wilayah perbatasan. PM Anutin mengonfirmasi bahwa pasukannya telah mengambil tindakan tanpa merinci lebih lanjut.

Sementara itu, media milik pemerintah Kamboja mengklaim bahwa jet tempur F-16 Thailand telah menjatuhkan bom di wilayah Kamboja.

Menurut kantor berita pemerintah Kamboja, Agence Kampuchea Presse, pasukan Thailand menggunakan jet tempur F-16 untuk menjatuhkan bom di Provinsi Pursat.

Militer Thailand juga menuduh pasukan Kamboja menembakkan roket ke wilayah sipil di Provinsi Sisaket, Thailand, yang melukai empat orang.

Bentrok di perbatasan antara Thailand dan Kamboja telah menyebabkan sekitar 700.000 orang mengungsi di kedua sisi perbatasan. Jumlah korban tewas juga meningkat menjadi 23 orang sejak Senin, menurut para pejabat dan media lokal.

Sejauh ini, 11 warga sipil tewas di Kamboja, sementara di Thailand sembilan tentara dan tiga warga sipil tewas, dengan lebih dari 250 orang mengalami luka-luka.

Kedua negara menandatangani kesepakatan damai pada Oktober di Kuala Lumpur, di hadapan Donald Trump dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Namun, kesepakatan tersebut ditangguhkan setelah sejumlah tentara Thailand mengalami luka serius akibat ledakan ranjau darat di sebuah provinsi perbatasan.

Kedua negara bertetangga ini memiliki sengketa perbatasan yang telah berlangsung lama dan berulang kali memicu bentrokan, termasuk pada Juli lalu, ketika sedikitnya 48 orang tewas. 

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

Bayern Taklukkan Dortmund 2-1 dan Rebut Piala Super Jerman

La Liga Spanyol: Carlos Espi Jadi Penentu, Real Madrid Menang Dramatis di Markas Espanyol

Pemerintah Kota Jambi Dorong Tirta Mayang Tingkatkan Kualitas Air

Tarif Retribusi Turun! Pedagang Pasar Ajibarang Gelar Tasyakuran

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.