IES 2026 Siap Jadi Ajang Penting untuk Dongkrak Ekonomi dan Investasi di Indonesia
Selasa, 26 Agu 2025, 23:35 WIBJakarta - Indonesian Business Council (IBC) mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berdaya saing melalui Indonesia Economic Summit (IES) 2026 pada 3-4 Februari 2026 di Jakarta.
Ketua Dewan Pengawas IBC Arsjad Rasjid mengatakan forum strategis ini dirancang untuk mempertemukan pemerintah, pembuat kebijakan, pelaku bisnis dan industri, akademisi serta pakar dan pemikir global, dalam rangka mendorong kolaborasi strategis, serta merumuskan langkah konkret untuk pembangunan ekonomi nasional.
"IES 2026 menyatukan pemerintah, pemimpin bisnis, dan pakar global untuk mendorong pertumbuhan inklusif dan memperkuat daya saing Indonesia," ujar Arsjad di Jakarta, Selasa (26/8).
Arsjad menyampaikan forum ini akan membahas isu strategis seperti industrialisasi dan investasi berkualitas sebagai mesin pertumbuhan, talenta dan adopsi AI yang nyata, transisi energi & pasar karbon, serta diversifikasi ekspor dan ketahanan rantai pasok.
Sebagai negara dengan potensi ekonomi yang besar, lanjut Arsjad, Indonesia perlu memperkuat daya saingnya di tingkat global.
Menurut dia, hal ini guna memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang inklusif dapat terwujud, serta untuk memperkuat posisi Indonesia dalam kancah regional dan global.
"Kami berharap IES 2026 dapat menjadi sebuah platform kredibel bagi pemerintah dan dunia usaha untuk merumuskan agenda strategis, menciptakan solusi konkret, membangun ekosistem berkelanjutan, dan memperkuat fondasi ekonomi nasional,"
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) IBC Sofyan Djalil menyampaikan bahwa forum ini akan menghasilkan solusi implementatif melalui task force lintas sektor, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), dan project matchmaking.
Dengan melibatkan pemerintah, pelaku usaha, dan pakar global, Sofyan meyakini bahwa kegiatan ini menghadirkan agenda strategis yang dapat diterapkan langsung untuk memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan masyarakat Indonesia.
"Dunia usaha membutuhkan kepastian hukum dan regulasi yang konsisten, lebih lanjut, harmonisasi kebijakan antar-kementerian dan penguatan kemitraan publik-swasta menjadi kunci untuk menarik minat investasi," imbuh Sofyan.
Stabilitas Keamanan
Lebih lanjut, Arsjad menyebut menjaga stabilitas keamanan di dalam negeri menjadi salah satu kunci untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Arsjad menjelaskan perekonomian nasional sangat rentan terhadap situasi yang terjadi di dalam negeri maupun luar negeri. Menurutnya, hal tersebut akan secara tidak langsung berdampak pada kenaikan harga pangan dan energi.
"Kalau tidak ada namanya peacefulness ataupun kedamaian, bagaimana bisa ada pertumbuhan ekonomi," ujar Arsjad.
Tantangan yang dihadapi oleh Indonesia, kata Arsjad, tidak hanya menjaga keamanan dalam negeri, tetapi juga harus mempertimbangkan kondisi geopolitik global.
Lebih lanjut, situasi geopolitik memberikan dampak yang besar terhadap perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Misalnya, konflik Ukraina dan Rusia, Israel-Iran, hingga tarif resiprokal yang diterapkan oleh Presiden Donald Trump, telah menimbulkan gejolak ekonomi global.
Ia juga menekankan bahwa Indonesia harus bahu-membahu dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, dengan kondisi negara yang aman dan stabil, maka akan memberikan dampak yang lebih kecil saat terjadi gejolak politik dan ekonomi di dunia.
"Nah ini yang menjadi dampak perubahan yang sangat drastis, yang tanpa disadari dampaknya terkena pada kita. Nah di sini yang saya ingin suarakan yang satu, bahwa di sinilah persatuan-kesatuan kita yang sangat penting," ucap Arsjad.
Arsjad berharap para pengusaha dapat fokus menjaga ekonomi nasional agar tidak terpuruk di tengah ketidakpastian global. Selain itu, para pengusaha juga diminta untuk melakukan diversifikasi pasar.
- Iklim Investasi
- Target Pertumbuhan Ekonomi
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Investor Bisa Terima Pengawasan, Tapi Tidak Bisa Hidup Dengan Ketidakpastian
-
Ancaman Dampak Perang Iran, Pemprov Jatim Fokus Layani Investor untuk Jaga Iklim Investasi
-
8 Bus AKAP Tak Laik Jalan di Terminal Lebak Bulus Dilarang Beroperasi
-
Telkom Dorong Inovasi AI End-to-End dan Penguatan Talenta Digital Unggul di Malang
-
Tegas! Menkeu Purbaya Pastikan Penagihan Utang Obligor BLBI Jalan Terus
-
Investor Semakin Sensitif pada Kepastian Hukum, Kualitas Birokrasi, dan Stabilitas Regulasi
-
Modest Fashion Saudi Bangkit, Mengubah Arah Tren Mode Global hingga Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.