Musim Panas Datang, Muara Enim Petakan Wilayah Rawan Karhutla

Sabtu, 16 Mei 2026, 02:25 WIB

Sebanyak 19 kecamatan di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan dipetakan rawan rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat musim kemarau panjang.

Kepala Pelaksana BPBD Muara Enim Abdurrozieq Putra saat dihubungi dari Baturaja, Jumat mengatakan bahwa menghadapi musim kemarau panjang tahun ini pemerintah daerah setempat telah menetapkan status siaga darurat karhutla.

Ket. Foto: Pemadaman karhutla di Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim yang terjadi pada Oktober 2025. — Sumber: Antara Foto

Dia mengatakan, penetapan status tersebut sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan sedini mungkin terhadap peristiwa karhutla yang berlaku selama 123 hari terhitung mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026.

Dalam penetapan status tersebut pihaknya telah memetakan sebanyak 19 kecamatan di daerah itu rawan terjadi karhutla.

Daerah rawan karhutla tersebut meliputi Kecamatan Muara Belida, Gelumbang, Lawang Kidul, Tanjung Agung, Belida Darat, Kelekar, Lembak, Lubai, Lubai Ulu, dan Rambang.

Kemudian, Kecamatan Empat Petulai Dangku, Belimbing, Gunung Megang, Ujan Emas, Panang Enim, Sungai Rotan, Semende Darat Ulu, Semende Darat Tengah, dan Semende Darat Laut.

Dia menjelaskan, daerah-daerah ini dipetakan rawan terjadi karhutla karena masih banyak terdapat lahan gambut dan organik serta dekat dengan lokasi pertambangan yang mudah terbakar saat kemarau panjang melanda.

"Berdasarkan data sepanjang 2024 hingga 2025 tercatat sekitar 40 hektare lahan terbakar dengan titik hotspot terbanyak berada di Kecamatan Gelumbang," katanya.

Terkait hal itu, masyarakat diimbau untuk menghindari kegiatan yang dapat memicu terjadinya karhutla seperti membuka lahan pertanian dengan cara dibakar karena berpotensi menimbulkan bencana kabut asap.

Sebagai upaya penanggulangan, pihaknya mengaktifkan kembali posko di setiap kecamatan di Kabupaten Muara Enim yang diisi oleh personel BPBD dibantu masyarakat peduli api untuk siaga memantau titik panas yang berpotensi menimbulkan karhutla.

"Posko penanggulangan bencana ini diaktifkan kembali agar peristiwa karhutla dapat ditanggulangi sedini mungkin," ujarnya.

  • Karhutla 2026

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

Berita Terbaru

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.