Pemkot Tangerang Usulkan Serah Terima Kewenangan Jalan dari Provinsi

Senin, 25 Agu 2025, 20:21 WIB

TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang, Banten mengusulkan peningkatan status maupun serah terima kewenangan jalan dari provinsi untuk memperkuat akses menuju kawasan TOD Poris Plawad, Bandara Soekarno-Hatta, serta jaringan jalan nasional Daan Mogot.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, di Tangerang, Senin (25/8), mengatakan beberapa ruas jalan yang diusulkan di antaranya Fly Over Husein Sastranegara–Benda, Jalan Benteng Betawi, Jalan Otista, serta Jalan KS Tubun.

Ket. Foto: Wali Kota Tangerang, Sachrudin, saat memberikan paparan pada rapat koordinasi pembangunan infrastruktur pekerjaan umum di Pendopo Gubernur Banten, Serang. — Sumber: ANTARA

"Sinergi pusat dan daerah dalam pengelolaan infrastruktur sangat penting untuk kelancaran. Maka itu kita usulkan adanya peningkatan status maupun serta terima kewenangan agar pengelolaan lebih mudah," katanya.

Ia mengatakan itu usai rapat koordinasi pembangunan infrastruktur pekerjaan umum di Pendopo Gubernur Banten, Serang.

Rakor yang dipimpin Gubernur Banten, Andra Soni, tersebut turut dihadiri para bupati dan wali kota se-Provinsi Banten serta jajaran balai Kementerian Pekerjaan Umum seperti BBWS C3, BBWS C2, BPJN Banten, BPBPK Banten, BP2JK, hingga Satker PS Banten.

Wali Kota juga mengusulkan pembangunan sejumlah infrastruktur prioritas, di antaranya Jembatan Akses Jalan KS Tubun–Lio Baru, Underpass Jalan Maulana Hasanudin, Fly Over Jalan Sudirman, serta pembangunan Jalan Sisi Selatan Sungai Mookervart.

"Proyek-proyek ini ditujukan untuk mengurai kemacetan, terutama di perlintasan sebidang kereta api jalur nasional, sekaligus memperlancar konektivitas antarwilayah," ujarnya.

Wali Kota Tangerang juga mengajukan prioritas penanganan meliputi normalisasi DAS Angke, penanganan banjir Kali Wetan, Serua, dan Ciputat, pengendalian Kali Sabi, hingga normalisasi Sungai Cirarab di perbatasan Kota–Kabupaten Tangerang.

“Permasalahan banjir ini bukan hanya menyangkut Kota Tangerang, tetapi juga wilayah sekitarnya. Karena itu, perlu kolaborasi erat antara daerah dan pemerintah pusat agar program pengendalian banjir berjalan menyeluruh dan berkesinambungan,” tegas Sachrudin.

Gubernur Banten Andra Soni menekankan pentingnya koordinasi bersama dalam menjawab isu-isu strategis pembangunan. Maka dari itu forum hari ini menjadi kesempatan untuk menyampaikan persoalan di wilayah masing-masing.

"Yang paling penting, kita bisa membangun chemistry, komunikasi, dan solusi bersama. Karena Banten adalah provinsi strategis, kualitas infrastrukturnya tidak hanya berpengaruh bagi masyarakat Banten, tetapi juga pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkapnya.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.