Mentan: Pemerintah Terus Benahi Ekosistem Perberasan demi Wujudkan Kesejahteraan Petani
Senin, 25 Agu 2025, 19:30 WIBJAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan pembenahan ekosistem perberasan nasional bukan hanya menjaga stabilitas pangan, tetapi juga demi memastikan kesejahteraan petani terus meningkat.
Amran mengungkapkan, selama bertahun-tahun ekosistem perberasan tidak sehat karena adanya praktik curang. Praktik curang itu, seperti beras oplosan dan permainan harga oleh segelintir pelaku usaha besar.
"Akibatnya, petani dan masyarakat selalu menjadi pihak yang dirugikan. Sekarang negara hadir, petani harus sejahtera, pedagang untung, dan masyarakat tersenyum," kata Mentan dalam keterangannya, Senin (25/8).
Para mafia pangan, ditekankan Mentan, tidak boleh lagi menguasai rantai perberasan Indonesia. Hasil dari berbagai langkah pemerintah dalam membenahi perberasan nasional sudah mulai terlihat.
"Serapan gabah oleh Bulog melonjak dari 3.000 ton per hari menjadi 6.000 ton per hari. Cadangan beras pemerintah juga mencapai rekor tertinggi dalam 57 tahun, yakni 4,2 juta ton," ucap Mentan.
Kebijakan penyerapan gabah lebih agresif dari Bulog, Mentan menjelaskan, membuat harga gabah petani terjaga. Yakni, sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dikisaran Rp6.500 per kg.
"Dampaknya, Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juli 2025 tercatat 122,64. Menandakan peningkatan nyata kesejahteraan petani," ujar Mentan.
Selain itu, pemerintah juga mengamankan cadangan beras dan mempercepat distribusi melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Langkah ini berhasil menurunkan harga beras di 15 provinsi dalam beberapa pekan terakhir.
âIni bukti bahwa pembenahan ekosistem perberasan tidak hanya menyelamatkan konsumen. Tetapi juga meningkatkan semangat petani sekaligus menggairahkan industri penggilingan kecil dan pasar tradisional yang sebelumnya terhimpit dominasi segelintir pelaku besar,â kata Mentan. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Argentina Menang Meyakinkan atas Honduras, Messi Masih Disimpan Jelang Piala Dunia 2026
-
Pemanfaatan ruang digital untuk penjualan hewan kurban
-
Mau Liburan Keluarga? Pastikan Dana Darurat dan Biaya Sekolah Sudah Aman
-
Kementrans Kawal Investasi Raksasa di Industri Digital Batam
-
PBNU Minta Arahan Menkeu Soal Pendirian Koperasi Pengelola Tambang
-
Pemkot Jakarta Barat Salurkan Hewan Kurban untuk Organisasi dan Pondok Pesantren
-
Mural Timnas Argentina Hiasi Tembok di Ternate
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.