PM Perintahkan Penyelidikan: Jet Tempur F/A-18D Hornet Malaysia Jatuh, Pilot Selamat

Jumat, 22 Agu 2025, 19:36 WIB
KUANTAN - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada Jumat (22/8) menyerukan "penyelidikan menyeluruh" atas jatuhnya jet tempur Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF) di sebuah bandara di Kuantan, Pahang pada Kamis (21/8) malam, (menyatakan keprihatinannya terhadap dua pilot yang mengawaki. 
Sebelumnya, Malaysia dilaporkan berencana membeli 38 pesawat F/A-18 bekas dari Kuwait. Insiden ini menandadi kecelakaan besar pertama yang melibatkan jet tempur dua kursi F/A-18D Hornet sejak mulai beroperasi pada tahun 1997. 
Dari Channel News Asia, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden hari Kamis.
"Pihak berwenang didesak untuk melakukan penyelidikan menyeluruh guna mengidentifikasi penyebab insiden dan memastikan langkah-langkah keamanan yang tepat telah diambil," ujar Anwar di X pada Jumat pagi. 
"Saya berdoa agar kedua korban luka segera pulih dan segala urusan terkait perawatan dan kesejahteraan mereka dimudahkan." 
Menurut Royal Malaysian Air Force, insiden yang melibatkan jet tempur terjadi sekitar pukul 9.05 malam di landasan pacu Bandara Sultan Haji Ahmad Shah di Kuantan yang berbagi fasilitas dengan pangkalan udara tersebut.
Kepala polisi Pahang Yahaya Othman mengonfirmasi bahwa pilot dan petugas sistem persenjataan selamat, dan mencatat insiden itu terjadi saat lepas landas.
“Pilot dan kopilot telah dibawa ke Rumah Sakit Tengku Ampuan Afzan untuk pemeriksaan (medis),” kata Yahaya kepada kantor berita lokal Bernama. 
Menurut New Straits Times, kedua prajurit - yang kemudian diidentifikasi pada hari Jumat sebagai Mohamad Azhar Alang Kamarudin, 34 tahun, dan Mohammad Izzudin Mohamad Salleh, 28 tahun - berhasil mengeluarkan diri dari kokpit sebelum kecelakaan. 
Dalam sebuah pernyataan pada Kamis malam, RMAF mengatakan bahwa tindakan segera sedang diambil dan pembaruan lebih lanjut tentang insiden tersebut akan diumumkan pada waktunya. 
“Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan spekulasi atau laporan yang belum terverifikasi,” tambahnya, seperti dikutip Bernama. 
Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan mesin pesawat terbakar saat lepas landas.
Beberapa penduduk setempat di Kuantan melaporkan mendengar ledakan keras saat kecelakaan terjadi. 
"Daerah tempat tinggal saya sangat dekat dengan Bandara Sultan Haji Ahmad Shah dan kami (warga) cukup terbiasa mendengar suara seperti ledakan, tetapi suara ini lebih keras dari biasanya," kata Khairul Azli Syahmie Abdul Aziz yang berusia 26 tahun kepada Berita Harian.
Ia mencatat bahwa ia biasanya mendengar suara keras bahkan di malam hari saat personel RMAF melakukan latihan.
Khairul, yang tinggal di Taman Pandan Perdana di Kuantan yang terletak sekitar 2 km dari bandara, mengatakan bahwa tetangganya bergegas ke lokasi untuk mencari tahu apa yang terjadi setelah mendengar ledakan keras pada Kamis malam.  
RMAF mengoperasikan armada delapan F/A-18D Hornet dua kursi, yang diperoleh dari McDonnell Douglas (sekarang Boeing) pada tahun 1997, lapor Bernama. 
Meskipun pesawat Hornet milik RMAF sebelumnya telah terlibat dalam beberapa insiden, insiden hari Kamis tersebut dipahami sebagai pertama kalinya salah satu jet jatuh. 
Pada tahun 2003, sebuah Hornet tergelincir dari landasan pacu di Bandara Internasional Kuching di Sarawak setelah salah satu bannya meledak. Kedua awaknya berhasil keluar dengan selamat. 
Dan pada tahun 2017, Hornet lain melakukan pendaratan darurat di bandara yang sama setelah mengalami kerusakan roda pendaratan. 
Yang terbaru pada tahun 2019, salah satu jet tempur mengalami kegagalan turbin saat lepas landas di pameran Dirgantara dan Maritim Internasional Langkawi tetapi berhasil mendarat dengan selamat hanya dengan satu mesin. 
  • angkatan udara malaysia
  • Jet Tempur F-18

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.