Amerika Serikat-Eropa Bahas Jaminan Keamanan Baru untuk Ukraina

Jumat, 22 Agu 2025, 02:00 WIB

MOSKWA - Penasihat keamanan nasional negara-negara Eropa dan Ukraina berencana bertemu dengan menteri luar negeri sekaligus penasihat keamanan nasional Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, pada Kamis (21/8) untuk membahas jaminan keamanan bagi Ukraina. Informasi ini dilaporkan harian The New York Times.

Sebelumnya pada Senin (21/8), surat kabar The Wall Street Journal mengatakan bahwa Menlu Rubio akan memimpin pertemuan tersebut yang juga diikuti pejabat-pejabat NATO untuk membahas jaminan keamanan bagi Ukraina.

Ket. Foto: Menteri luar negeri sekaligus penasihat keamanan nasional Amerika Serikat (AS), Marco Rubio — Sumber: AFP/ Jim WATSON

Jaminan keamanan AS tersebut mencakup janji bantuan udara untuk operasi Eropa atau bantuan intelijen Washington dalam mendukung misi di Ukraina, serta pengerahan pasukan di Laut Hitam, menurut New York Times.

Laporan itu menambahkan bahwa pertemuan itu juga membahas kekuatan hukum jaminan keamanan, termasuk apakah jaminan tersebut memerlukan persetujuan Kongres AS.

Jaminan keamanan bagi Ukraina menjadi fokus utama dalam pertemuan ekstensif pada Senin yang melibatkan Presiden AS, Donald Trump, pemimpin Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, dan beberapa pemimpin Eropa.

Diskusi tersebut berlangsung di Gedung Putih dan berfokus pada hasil pertemuan antara Trump dengan Presiden Russia, Vladimir Putin, di Alaska, serta menjajaki solusi potensial untuk konflik yang sedang berlangsung.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Russia, Sergey Lavrov, mengatakan bahwa kehadiran pasukan negara-negara NATO di wilayah Ukraina, di bawah bendera apa pun dan dalam kapasitas apa pun, termasuk sebagai pasukan penjaga perdamaian, merupakan ancaman bagi Russia, serta Moskwa tidak akan menerimanya dalam keadaan apa pun.

Informasi terbaru, Menteri Luar Negeri Russia Sergey Lavrov pada Kamis mengatakan bahwa kemajuan signifikan telah dicapai dalam KTT Russia-AS di Alaska dalam hal penetapan parameter penyelesaian konflik Ukraina.

“Setelah pertemuan puncak Rusia-AS di Alaska di mana telah dicapai kemajuan penting dalam merumuskan garis besar dan poin-poin utama untuk penyelesaian konflik  negara-negara Eropa kemudian mengikuti Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, pergi ke Washington dan mencoba mempromosikan agenda mereka sendiri di sana,” kata Lavrov dalam konferensi pers.

“Tentu saja, hal ini hanya bisa kami respon dengan penolakan total,” kata Menlu Russia itu menambahkan. Ukraina jelas menunjukkan bahwa mereka tidak tertarik pada penyelesaian konflik yang berkelanjutan dan jangka panjang, lanjutnya.

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Antara, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.