YKI Dorong Pendekatan Psikososial bagi Penyintas Kanker, Melalui Komunikasi yang Menguatkan
Kamis, 21 Agu 2025, 21:05 WIBJAKARTA - Yayasan Kanker Indonesia (YKI), dengan dukungan dari Etana Biotech, menyelenggarakan lokakarya (workshop) bertajuk âKomunikasi dan Dukungan Psikososial Survivor Kanker YKIâ pada 19/8/2025. Kegiatan ini menjadi ruang reflektif dan edukatif bagi para penyintas kanker, keluarga, tenaga medis, dan relawan untuk memperkuat pendekatan psikososial dalam pendampingan pasien kanker.
Melalui sesi interaktif bersama pakar kesehatan jiwa, praktisi komunikasi, dan tokoh advokasi kanker, lokakarya ini menekankan pentingnya komunikasi empatik sebagai bagian tak terpisahkan dari proses penyembuhan. Di tengah perjuangan melawan kanker, kekuatan bukan hanya berasal dari terapi medis, tetapi juga dari dukungan emosional dan hubungan yang bermakna.
 âKanker bukan hanya soal pengobatan terhadap penyakitnya, tetapi juga tentang komunikasi yang bermakna antara pasien dan keluarganya. Perjuangan melawan kanker adalah peperangan tiada henti yang melibatkan bukan hanya dokter dan pasien, tetapi juga keluarga dan masyarakat luas,â kata Prof. Dr. dr. Aru Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FINASIM, Ketua Umum YKI, membuka sesi diskusi yang disampaikan melalui siaran pers pada hari Rabu (20/8).
Sementar itu dr. Siti Annisa Nuhonni, SpKFR (K), Ketua Bidang Pelayanan Sosial YKI, turut menegaskan bahwa dukungan psikososial bukanlah pelengkap, melainkan komponen esensial dalam pemulihan pasien kanker. Â Baginya pasien dan penyintas kanker menghadapi tantangan multidimensiâbukan hanya fisik, tetapi juga emosional dan sosial.
âKomunikasi yang hangat, konsisten, dan penuh empati dapat menjadi sumber kekuatan yang sangat berarti. Di YKI, kami percaya bahwa pendampingan yang menyentuh sisi kemanusiaan adalah kunci untuk membangun harapan dan ketahanan,â ujar dr. Nuhonni.
Senada dengan itu, dr. Sylvia Detri Elvira, Sp.KJ., Subsp.PK, Psikiater dan Praktisi Psiko- onkologi, menekankan pentingnya dukungan menyeluruh. âTerapi kanker yang panjang seperti kemoterapi, radiasi, dan operasi membutuhkan dukungan keluarga dan orang-orang terdekat agar pasien dapat pulih secara fisik, mental, sosial, dan spiritual,â jelas dr. Sylvia.
Sementara itu, Astia Dika, CPS, Certified Public Speaker dan Trainer Komunikasi Empatik, mengajak peserta untuk melihat komunikasi sebagai jembatan penyembuhan. Komunikasi bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi menghadirkan rasa dimengerti, diterima, dan didukung.
âKomunikasi empatik terbukti memberikan dampak positif pada kondisi psikologis dan kualitas hidup pasien,â ungkapnya.
Risiko Tanpa Dukungan Psikososial Tanpa dukungan psikososial yang memadai, pasien dan penyintas kanker dapat mengalami beberapa risiko seperti penurunan motivasi, isolasi sosial, gangguan psikologis, dan penurunan kualitas hidup. Dampaknya terapi menjadi tidak optimal, perasaan tidak dimengerti, depresi dan kecemasan, dan beban emosional meningkat.
âKondisi ini tidak hanya memengaruhi proses penyembuhan, tetapi juga memperbesar beban emosional yang harus ditanggung oleh pasien dan keluarganya,â tegas Prof. Aru Sudoyo.
Peran Strategis YKI dalam Pendampingan Kanker
Sebagai lembaga yang telah berdiri lebih dari empat dekade, YKI terus memperkuat pendekatan holistik dalam penanganan kanker melalui, edukasi publik tentang deteksi dini dan gaya hidup sehat, layanan konseling dan dukungan psikososial, pelatihan komunikasi empatik bagi pendamping dan relawan, kolaborasi lintas sektor: medis, komunitas, dan swasta.
âWorkshop ini menjadi bukti nyata bahwa YKI tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga pada dimensi kemanusiaan dalam penanganan kanker,â tambah Prof. Aru.
Ajakan untuk Masyarakat: Hadir dan Peduli
Menutup sesi workshop, Prof. Aru mengajak semua untuk memiliki peran dalam perjuangan melawan kanker. Dukungan tidak harus datang dari tenaga medis saja setiap individu, keluarga, komunitas, dan institusi dapat menjadi bagian dari ekosistem penyembuhan.
âMari kita ciptakan lingkungan yang penuh empati, terbuka untuk komunikasi, dan siap mendampingi para penyintas dengan hati yang peduli,â ucapnya.
Dengan semangat kolaboratif ini, YKI mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam edukasi, pendampingan, dan advokasi kanker. Karena harapan tumbuh bukan hanya dari pengobatan, tetapi juga dari kehadiran dan kepedulian dari semua.
- YKI
- Terapi Psikososial
- penyintas kanker
- psikososial
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
KBRI Tokyo Promosikan Pencak Silat ke Masyarakat Jepang
-
Demi Kemandirian Finansial Yayasan Kanker Indonesia Buka Unit Usaha
-
Dengan Talent DNA ESQ, Khofifah Optimis Guru BK Mampu Tingkatkan Prestasi Siswa di Jatim
-
Bandara Supadio Kembali Go Internasional, Momentum Emas Ekonomi Kalbar?
-
Sambut Era Baru Kreativitas yang Berdampak, TikTok Awards Indonesia 2025 Rayakan Sosok Kreator Inspiratif dan Berpengaruh di Indonesia
-
IHSG Hari Ini Melemah Mengikuti Bursa Asia Seiring Investor Hindari Aset Berisiko
-
Fajar/Fikri Cermati Kekuatan dan Kecepatan Ganda Denmark
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.