Demi Kemandirian Finansial Yayasan Kanker Indonesia Buka Unit Usaha
Minggu, 28 Sep 2025, 19:05 WIBJAKARTAâ Yayasan Kanker Indonesia (YKI) sukses menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2025 yang berlangsung pada tanggal 26â28 September di Kraton Majapahit, Jakarta. Mengusung tema âSatukan Semangat Bakti YKI, Melawan Kanker di Seluruh Negeri,â acara ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara YKI Pusat dan 47 Cabang Koordinator di seluruh Indonesia dalam upaya menanggulangi kanker yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebanyak 165 peserta hadir, terdiri dari pengurus YKI Pusat dan perwakilan cabang dari Aceh hingga Papua. Rakornas ini menjadi ruang evaluasi, konsolidasi, dan penyusunan langkah terintegrasi berbasis kebutuhan lokal, dengan semangat gotong royong dan kepedulian lintas sektor.
Dalam sambutannya, Ketua Umum YKI, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD- KHOM, FINASIM, FACP menegaskan, Rakornas YKI 2025 merupakan tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara YKI Pusat dan Cabang Koordinator di seluruh Indonesia.
âMelalui forum ini, kita teguhkan komitmen bersama untuk memperluas jangkauan edukasi dan layanan kanker, serta meningkatkan efektivitas koordinasi antar-cabang demi gerakan penanggulangan kanker yang inklusif, berdaya guna, dan menyentuh seluruh lapisan Masyarakat,â ujar dia dalam keterangannya pada hari Minggu (28/9).
âTerima kasih atas dedikasi dan partisipasi aktif seluruh pengurus. Mari terus satukan langkah, demi Indonesia yang lebih sehat dan bebas kanker,â tambahnya.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, H. Rano Karno yang turut membuka Rakornas dan menyampaikan dukungan penuh terhadap YKI Cabang Jakarta. Sebagai bagian dari program pembangunan kesehatan, Pemprov DKI Jakarta terus memberikan dukungan terhadap YKI Cabang Jakarta sehingga dapat memperkuat perannya sebagai organisasi sosial yang strategis di Ibu Kota.
âPencegahan kanker adalah tanggung jawab kita semua. Dengan kerja sama dan kepedulian bersama, saya yakin kita bisa menekan angka kasus kanker di Indonesia,â ucapnya.
Sorotan Rakornas 2025: Inovasi, Sinergi, dan Komitmen Nasional
Rakornas 2025 menyoroti tantangan unik di daerah seperti Papua, di mana dominasi pengobatan tradisional dan perubahan sistem pemerintahan menuntut pendekatan yang lebih adaptif. YKI menegaskan pentingnya pendekatan multidisiplin berbasis jejaring dan figur champion lokal untuk menjawab kebutuhan komunitas secara efektif.
Ketua Panitia Rakornas 2025, Ibu Hetty Andika Perkasa, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta, Rakornas ini menurutnya bukan sekadar rapat koordinasi, tetapi ruang kolaborasi lintas wilayah dan lintas sektor.
âKami bangga melihat semangat para pengurus YKI dari seluruh Indonesia yang hadir dengan komitmen tinggi untuk memperkuat gerakan nasional melawan kanker,â ungkapnya.
Beberapa hasil penting Rakornas meliputi, restrukturisasi YKI menjadi dua entitas: Yayasan Sosial dan Unit Usaha, dengan fokus pada kemandirian finansial tanpa meninggalkan misi kemanusiaan.
PT Yudha Kanker Indonesia diperkenalkan sebagai badan usaha sosial yang mendukung deteksi dini dan kualitas hidup penyintas kanker. Bidang Keuangan menerapkan sistem Coretax untuk integrasi pelaporan keuangan dan perpajakan.
Bidang Sosial dan Kemasyarakatan memperkuat komunitas penyintas melalui program KAMPIUN dan kampanye perubahan perilaku berbasis bukti. Bidang Ilmiah menegaskan peran YKI sebagai sumber informasi terpercaya dalam edukasi kanker berbasis promotif dan preventif. Bidang Humas dan Umum mengembangkan strategi visibilitas, penggalangan dana, dan kolaborasi lintas sektor.
Pelayanan sosial YKI kini mencakup skrining kanker, navigasi pasien, pelatihan caregiver, dan pemberdayaan masyarakat pra-sejahtera menjangkau mereka yang paling membutuhkan.
âMari bersama satukan semangat, demi Indonesia yang lebih sehat dan bebas kanker,â tutup Prof. Aru Sudoyo.
- Yayasan Kanker Indonesia
- YKI
- Rakornas
- kemandirian finansial
- unit usaha
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
IHSG Hari Ini Melemah Mengikuti Bursa Asia Seiring Investor Hindari Aset Berisiko
-
Rakor Strategis Program Transformasi Transmigrasi Tahun 2026
-
Prabowo Dorong Pendirian 30 Fakultas Kedokteran Baru
-
Hilal Awal Ramadhan 1447 H Dipastikan Tak Terlihat di Yogyakarta, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk Saat Matahari Terbenam
-
Harga Emas Pegadaian Hari Minggu (19/10) Kompak Turun
-
Berpotensi Melemah Lanjutan, 20 Oktober 2025
-
Fajar/Fikri Cermati Kekuatan dan Kecepatan Ganda Denmark
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.