Dengan Talent DNA ESQ, Khofifah Optimis Guru BK Mampu Tingkatkan Prestasi Siswa di Jatim

Selasa, 20 Mei 2025, 19:26 WIB

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada Selasa (20/5) membuka dimulainya training Talent DNA-ESQ berbasis AI untuk para guru bimbingan konseling (BK) jenjang SMA SMK Negeri di Jatim, di Surabaya. 

Melalui training ini, diharapkan para guru BK di Jatim akan mampu menemukenali potensi dan keunggulannya untuk kemudian juga diterapkan pada para siswa. Untuk itu, pihaknya optimis dengan Guru BK yang berkualitas mampu meningkatkan prestasi siswa. Sehingga dapat mewujudkan Jawa Timur akan menjadi gudang talent bagi Indonesia.

Ket. Foto: Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, dan Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai saat membuka training Talent DNA-ESQ berbasis AI untuk para guru bimbingan konseling jenjang SMA SMK Negeri se Jatim, di Surabaya, Selasa (20/5). — Sumber: Istimewa

"Jawa Timur akan menjadi gudang talenta di Indonesia. Karena kalau ini semua bisa dijalankan akan mendatangkan manfaat untuk kemajuan SDM kita. Guru BK berkualitas dengan skill talent DNA secara AI akan  mampu meningkatkan prestasi siswa,” kata Khofifah usai membuka dimulainya training Talent DNA bagi guru BK.

Langkah ini, lanjut Gubernur Khofifah, diawali dengan menggelar training Talent DNA bagi Guru Bimbingan Konseling (BK) jenjang SMA SMK se-Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Training pertama ini akan dibimbing langsung oleh mentor dari ESQ Corp.

"Ini proses training pertama untuk guru BK supaya mereka bisa memiliki _skill_ menemukenali Talent DNA metode  AI oleh tim ESQ," katanya.

Khofifah mengatakan, Guru BK memiliki peran sangat strategis  dalam membentuk karakter dan masa depan generasi muda Jawa Timur. Oleh sebab itu dirinya menilai penting para guru BK ini memiliki _skill_ untuk dapat menerapkan Talent DNA kepada para siswanya.

"Oleh karena itu penemukenalan lebih dini menjadi penting, Melalui program Talent DNA ESQ ini, saya berharap bapak ibu guru BK dapat semakin memperkaya diri dengan pemahaman mendalam tentang potensi unik dan keunggulan pada setiap siswa," katanya.

Gubernur Khofifah menyampaikan melalui Talent DNA ini Guru BK akan dapat menemukenali potensi dan keunggulan yang dimiliki para siswa. Setelah potensi dan keunggulan teridentifikasi, Guru BK harus mendampingi agar potensi dan prestasi siswa bisa berkembang dengan maksimal.

"Kita tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan spiritual yang kokoh," ujarnya.

Di hadapan 200 Guru BK se-Jatim, ia optimistis program Talent DNA mampu meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling di masing-masing sekolah. Talent DNA dari ESQ Corp ini menggunakan menggunakan konsep Drive,  Network, Action berbasis _artificial intelligence_ untuk menganalisa potensi seseorang secara terukur.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai menuturkan dalam training Talent DNA ESQ berbasis AI ini pihaknya bekerja sama dengan ESQ Corp.

"Kami latih 200 orang guru BK, lalu diseleksi 40 orang yang mendapatkan predikat Training of Trainer (ToT) untuk kemudian menjadi pelatih bagi Guru BK lain."

Menurut Aries, guru BK adalah garda terdepan untuk mengetahui potensi para siswa. Dia percaya setiap anak memiliki potensinya masing-masing. 

"Sudah menjadi kewajiban sektor pendidikan beserta orang tua untuk mengarahkan generasi penerus bangsa menjadi sosok berprestasi sesuai keahlian masing-masing," ujarnya. 

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.