Sekolah Unggul Garuda Dibangun di Kabupaten Rejang Lebong
Kamis, 21 Agu 2025, 23:05 WIBRejang Lebong - Bupati Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Muhammad Fikri menyebutkan Sekolah Unggul Garuda akan dibangun oleh  Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) di wilayah itu pada 2027.
"Alhamdulillah Kabupaten Rejang Lebong terpilih sebagai lokasi pembangunan Sekolah Unggul Garuda, tepatnya di kawasan eks Balai Diklat Danau Mas Harun Bastari di Desa Mojorejo, Kecamatan Selupu Rejang," kata dia dalam keterangan tertulisnya di Rejang Lebong, Kamis.
Dia menjelaskan, terpilihnya eks Balai Diklat Danau Mas Harun Bastari (DMHB) yang memiliki luasan lahan mencapai 20,5 hektare tersebut setelah pihaknya menerima surat dari Dirjen Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek dengan nomor 0343/D/HM.00.00/2025 tertanggal 18 Agustus 2025 yang ditandatangani oleh Ahmad Najib Burhani.
Surat itu, kata dia, ditujukan kepada Gubernur Bengkulu dan Bupati Rejang Lebong ini di mana isinya berupa penetapan kawasan eks Diklat BPSDM ini sudah dipilih menjadi lokasi pembangunan Sekolah Unggul Garuda di wilayah itu.
Tahapan selanjutnya, tambah dia, setelah penetapan lokasi ini pihak Kemendiktisaintek meminta Pemkab Rejang Lebong untuk memastikan lokasi pembangunan sekolah ini pembebasan lahannya sudah "clean and clear", serta penyiapan sertipikatnya.
"Pihak Kemendiktisaintek meminta Pemkab Rejang Lebong mempersiapkan sertifikat lahan dan proses hibah lahan tersebut, berikut dokumen-dokumen yang dibutuhkan," terangnya.
Menurut dia, Sekolah Unggul Garuda ini nantinya akan menampung 480 siswa yang berasal dari berbagai daerah di tanah air, sehingga akan mengembalikan marwah Kabupaten Rejang Lebong sebagai pusat pendidikan di Sumatera Bagian Selatan tempo dulu.
Sebelumnya, Rabu (20/8) Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie meninjau lokasi calon Sekolah Garuda yang ada di Provinsi Bengkulu tepatnya di wilayah eks Balai Diklat DMHB Kabupaten Rejang Lebong.
"Tempatnya sangat bagus karena memiliki pemandangan yang indah dengan udara yang sangat sejuk. Dengan kondisi ini tentunya sangat menyenangkan untuk tempat sekolah," kata Stella Christie.
Pada pembangunan sekolah ini, tambah dia, membutuhkan lahan seluas 20 hektare. Dari luasan ini nantinya lahan seluas 2 hektare, dan selebihnya untuk lahan hijau dengan pola pelibatan masyarakat sekitarnya sebagai pengelola lahan dalam rangka menjaga aset negara ini tidak hilang.
- Sekolah Garuda
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Ones
Berita Terkait:
-
Nyesek, Persib Menang tapi Gugur dari ACL Two, Drama Kartu Merah Hancurkan Mimpi Maung Bandung
-
Wagub DKI Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Sinema
-
Daerah Harus Mendapat Nilai Tambah Terbesar dari Hilirisasi
-
Sawit Dilarang, Apkasindo ke Dedi Mulyadi: Jangan Tutup Telinga, Ayo Dialog Dulu!
-
Inovasi dan Pergeseran ke Ekonomi Hijau Dorong Tiongkok Maju Pesat
-
Pengenalan program Sekolah Garuda di Kota Bogor
-
Pegula Jumpa Tauson di Perempat Final
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.