Genjot Ekonomi Lokal Lewat Desa Wisata, Pemprov Jateng Pasang Target Ambisius pada 2027
Selasa, 28 Apr 2026, 22:40 WIBSEMARANG â Pengembangan desa wisata sangat penting untuk mempercepat pembangunan perdesaan, meningkatkan ekonomi lokal melalui pariwisata berbasis komunitas, dan melestarikan budaya serta lingkungan.
Sebagai dampaknya, upaya ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru, mengurangi urbanisasi, dan memberdayakan masyarakat sebagai pelaku utama.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menargetkan pengembangan 1.000 desa wisata pada 2027, seiring penetapan sektor pariwisata berbasis desa dan ekonomi kreatif sebagai motor penggerak utama pembangunan daerah.
"Kita menargetkan pembentukan 1.000 desa atau kampung wisata yang terintegrasi. Untuk mendukung itu, kita siapkan 1.000 konten kreator guna memperkuat promosi destinasi," kata Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen di Semarang, Selasa (28/4).
Hal tersebut disampaikan sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu, saat pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jateng.
Ia menjelaskan bahwa tujuan tersebut selaras dengan tema pembangunan Jateng 2027, yakni Mengembangkan Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah sebagai Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi.
Menurut dia, arah pembangunan 2027 akan berfokus pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui penguatan konektivitas antarwilayah dan promosi digital yang masif.
Selain itu, kata dia, konsep pariwisata yang diusung juga diarahkan agar lebih inklusif dan ramah muslim.
Ia menegaskan komitmen Pemprov Jateng untuk memastikan fasilitas wisata dapat diakses dengan nyaman oleh perempuan, anak-anak, serta penyandang disabilitas.
Pembangunan tersebut juga disinkronkan dengan penguatan ekonomi syariah yang menjadi salah satu pilar pembangunan Jateng.
Melalui program "Kecamatan Berdaya", ia mengatakan pemerintah berupaya mendekatkan layanan perlindungan dan pemberdayaan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.
Langkah inovatif ini mendapat apresiasi positif dari pemerintah pusat. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto yang menyebut Jateng memiliki kapasitas fiskal yang kuat, yakni menduduki peringkat ke-6 secara nasional.
"Kemandirian daerahnya sangat kuat. Jateng telah keluar dari pola pikir lama (out of the box) dengan tidak hanya bertumpu pada dana pusat, tetapi terus berinovasi mengungkit ekonomi melalui sektor kreatif," katanya.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menilai Jateng memiliki posisi strategis dalam agenda reindustrialisasi nasional.
Menurut dia, pertumbuhan kawasan ekonomi khusus (KEK) yang dipadukan dengan pariwisata akan menjadikan Jateng sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.
"Jika kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terus tumbuh di sini, maka Jawa Tengah akan menjadi pusat reindustrialisasi dan pusat pertumbuhan baru dalam perencanaan ekonomi nasional kita," katanya.
Musrenbang tersebut turut melibatkan berbagai kelompok strategis, mulai dari kepala daerah di 35 kabupaten/kota hingga forum anak dan disabilitas untuk memastikan perencanaan pembangunan 2027 berjalan inklusif dan menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Banjir menerjang delapan kecamatan di Jember
-
Pemkot Tangsel Berlakukan Status Tanggap Darurat Sampah
-
Hari Film Nasional: JYFF 2026 Perkuat Peran Generasi Muda dalam Industri Kreatif Jakarta
-
Update Rumor Transfer BRI Super League: Layvin Kurzawa Dekat ke Persib, Persija Siapkan Paulo Ricardo dan Ivar Jenner
-
Paspampres Gelar Upacara Serah Terima Pengawal Istana, Presiden Prabowo Instruksikan Interaksi Lebih Dekat dengan Masyarakat
-
Kemenkes Bertekad Tingkatkan Fasilitas Layanan Kesehatan di Kepulauan Pangkep
-
Perkuat Ekonomi Keluarga, Pemkab Banyuasin Luncurkan Gerakan Ternak Unggas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.