Presiden Trump Pastikan Tidak akan Mengirim Pasukan Darat ke Ukraina

Kamis, 21 Agu 2025, 01:05 WIB

NEW YORK - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (19/8) mengatakan akan membantu membela Ukraina setelah perang dengan Russia, tetapi tidak akan ada pasukan AS di lapangan.

“Anda dapat memegang kata-kata saya," kata Trump dalam sebuah wawancara dengan Fox News, sehari setelah menjadi tuan rumah konferensi tingkat tinggi di Gedung Putih dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan para pemimpin Eropa lainnya.

Ket. Foto: Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. — Sumber: istimewa

Trump pada Senin (18/8) mengatakan dalam pertemuan di Gedung Putih, AS akan terlibat dalam jaminan keamanan untuk Ukraina setelah perang dengan Russia, namun tidak menjelaskan lebih lanjut.

“Dalam hal keamanan, mereka bersedia menempatkan orang di lapangan,” kata Trump, mengacu pada negara-negara Eropa.

“Kami bersedia membantu mereka dengan berbagai hal, terutama mungkin, melalui udara karena tidak ada yang memiliki peralatan seperti yang kami miliki,” lanjut Trump.

Mengenai perkembangan tersebut, The Washington Post melaporkan masalah jaminan keamanan untuk Ukraina, dan potensi keterlibatan AS di dalamnya, terbukti menjadi titik penting ketika Trump berupaya menengahi perdamaian antara Ukraina dan Rusia.

“Para pemimpin Eropa telah mengetahui bahwa Trump tampaknya terbuka terkait peran AS dalam pemeliharaan perdamaian di Ukraina, tetapi hal itu dapat mempersulit negosiasi dengan Russia, yang telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk melawan dukungan militer yang kian meningkat bagi Ukraina dari sekutu-sekutunya,” tulis laporan tersebut seperti dikutip dari Antara.

Pada Senin (18/8), Trump bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan tujuh pemimpin Eropa di Gedung Putih untuk membahas upaya mengakhiri konflik Russia-Ukraina.

Pembicaraan itu dilakukan menyusul pertemuan Trump dengan Presiden Russia Vladimir Putin pada Jumat (15/8) di Negara Bagian Alaska, AS. Pertemuan tersebut dilaporkan mencatatkan kemajuan, kendati tidak ada kesepakatan yang dicapai.

Gedung Putih jarang menjadi tuan rumah bagi begitu banyak pejabat asing yang fokus pada jaminan keamanan untuk Ukraina dan kemungkinan pertemuan trilateral antara Russia, Ukraina, dan AS. Ketidaksepakatan masih ada pada beberapa isu utama, seperti apakah gencatan senjata diperlukan sebelum negosiasi lebih lanjut.

Perundingan terbaru di Gedung Putih tersebut dilaksanakan tiga hari setelah Presiden AS dan Russia bertemu di Negara Bagian Alaska, AS.

Menurut laporan, pembicaraan antara kedua presiden itu mencapai kemajuan, tetapi tidak ada kesepakatan yang diumumkan.

Meskipun tidak mengirim pasukan, Trump telah menginstruksikan timnya untuk menyusun kerangka kerja jaminan keamanan yang akan membantu memastikan perdamaian abadi di Ukraina.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.