Sebanyak 100 Beasiswa S2–S3 di Tanah Transmigrasi: Melolo Disiapkan Jadi Lumbung Intelektual NTT
Selasa, 19 Agu 2025, 16:37 WIBSUMBA TIMUR - Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman, melontarkan gebrakan baru dengan merencanakan program beasiswa bagi 100 pelajar S2 dan S3 khusus di Kawasan Transmigrasi Melolo, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).Â
Langkah ini bukan hanya sekadar distribusi bantuan pendidikan, melainkan strategi provokatif untuk membalik stigma bahwa kawasan transmigrasi hanya identik dengan ketertinggalan dan kemiskinan.Â
Dengan melahirkan kader intelektual dari jantung transmigrasi, pemerintah ingin menegaskan bahwa daerah pinggiran pun berhak melahirkan doktor dan magister yang mampu bersaing di panggung nasional bahkan global.Â
Namun, di balik optimisme itu tersimpan pertanyaan kritis: apakah kebijakan ini diikuti ekosistem yang mendukung kepulangan para penerima beasiswa untuk membangun kembali tanah kelahirannya? Tanpa itu, beasiswa hanya akan mencetak âkelas menengah baruâ yang hengkang ke kota besar.Â
Program ini berpotensi jadi game changer, tapi juga bisa berakhir sekadar pencitraan jika tidak dikawal dengan serius.
âInsya Allah kami akan bangun Kampus Patriot di sini,â ujarnya seusai panen raya tebu di Kawasan Transmigrasi Melolo yang diinisiasi PT Muria Sumba Manis (MSM), Sumba Timur, NTT, Selasa (19/8).
Dia menyatakan, ada empat jurusan yang sedang didiskusikan untuk dibuka di kawasan ini, yakni teknologi pertanian, teknik kimia, teknik mesin, dan teknik elektro.
Nantinya, para pelajar disebut akan tinggal di Kawasan Transmigrasi Melolo, sehingga dapat pula menggunakan pendidikan jarak jauh dalam proses belajar-mengajar.
âSehari-hari di kelas mempelajari pengetahuan. Begitu keluar dari kelas, mereka akan berinteraksi dengan masyarakat untuk mencari solusi-solusi atas persoalan-persoalan masyarakat yang tidak bisa dilihat hanya kacamata orang awam, harus dilihat oleh kacamata orang yang berpengetahuan,â ucap dia.
Pihaknya menginginkan Kawasan Transmigrasi Melolo dapat memunculkan maestro-maestro yang ahli tentang industri gula.
âKita masih belajar (mempelajari). Benchmark-nya ada konsultan dari Australia, dan ada dari Brazil sebagai benchmark. Insya Allah ke depan mungkin justru dari Kawasan Transmigrasi Melolo ini bisa menjadi konsultan bagi kawasan-kawasan lain di Indonesia,â kata Mentrans.
âSejauh ini saya melihat optimisme dari masyarakat (untuk mengikuti program ini),â ungkap Iftitah.
Kawasan Transmigrasi Melolo adalah salah satu wilayah strategis di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dikembangkan sejak tahun 1994 sebagai bagian dari program transmigrasi berbasis ekonomi.Â
Lokasinya kini dijadikan contoh modern dalam pembangunan wilayah transmigrasi berbasis industri dan pertanian.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Periksa Pejabat Kementan, KPK Dalami Proses Perencanaan dan Penganggaran Pengadaan Pengolahan Karet
-
Joya de Ceren, Pompeii dari Amerika
-
PT Tanur Muthmainnah Tour Dukung Kegiatan PWI Jaya Berbagi
-
Berenang di Pantai, Warga Palu Tewas Diterkam Buaya
-
15 Golongan yang Gratis Naik Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta
-
Tiongkok Tolak Tuduhan AS Melanggar Kesepakatan Tarif
-
Danlanud Laksanakan Halal Bihalal Dengan Pengurus PIA Ardhya Garini Cabang 7/D.II Lanud Sultan Hasanuddin
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.