Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov Kaltim Prioritaskan Warga Lokal untuk Isi Kawasan Transmigrasi Paser

📅 Selasa, 19 Agu 2025, 14:00 WIB | Oleh:
Pemprov Kaltim Prioritaskan Warga Lokal untuk Isi Kawasan Transmigrasi Paser Doc: antara foto
Ket. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim Rozani Erawadi

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) memprioritaskan warga lokal untuk mengisi Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Keladen di Kawasan Kerang, Kabupaten Paser, yang tahun ini kuota yang tersedia sebanyak 50 kepala keluarga (KK).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim Rozani Erawadi menyatakan bahwa kebijakan ini diambil untuk memastikan keberlanjutan program dan kesejahteraan masyarakat setempat.

"Seleksi calon transmigran diprioritaskan untuk warga lokal dengan porsi sekitar 75 persen, sisanya baru dari luar daerah," ujar Rozani di Samarinda, (19/8).

Ia menjelaskan, UPT Keladen saat ini masih memiliki kapasitas untuk menampung 140 KK dari total daya tampung kawasan. Untuk tahap awal di tahun ini, pemerintah membangun 50 unit rumah baru yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dengan pelaksana teknis di lapangan oleh dinas setempat.

Para transmigran yang terpilih nantinya akan mendapatkan sejumlah fasilitas penunjang untuk memulai kehidupan baru. Selain rumah, mereka juga akan menerima pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk kebutuhan penerangan.

Kemudian, pemerintah juga menyiapkan catu pangan, seperti beras dan ikan kering, yang akan diberikan selama masa transisi hingga para transmigran dapat menikmati hasil panen pertama mereka.

"Setiap KK akan mendapatkan lahan garapan. Jika mereka secara disiplin menetap dan menggarap lahannya secara aktif selama lima tahun, maka tanah tersebut akan menjadi hak milik dan dibuktikan dengan sertifikat," jelasnya.

Menurut data pusat, kawasan UPT Keladen memiliki potensi utama untuk pengembangan tanaman jagung. Sembari menunggu masa panen, para transmigran berpotensi untuk bekerja di perkebunan kelapa sawit yang berada tidak jauh dari lokasi pemukiman.

Rozani menambahkan, program pendampingan lanjutan juga telah disiapkan.

Setelah para transmigran beradaptasi lebih dari dua tahun, pemerintah akan memfasilitasi pelatihan pascapanen dan bantuan modal usaha untuk meningkatkan nilai tambah dari hasil pertanian mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.