KAI Kembangkan Kereta Khusus Petani dan Pedagang Kecil

Selasa, 19 Agu 2025, 17:45 WIB

JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) tengah mengembangkan layanan kereta khusus yang ditujukan bagi petani dan pedagang kecil untuk memperluas akses pasar, meningkatkan mobilitas perdagangan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Wakil Presiden Bidang Hubungan Masyarakat KAI, Anne Purba, mengatakan pada Selasa bahwa layanan baru ini dihadirkan untuk menyediakan moda transportasi yang lebih aman, efisien, dan memiliki daya angkut lebih besar bagi hasil pertanian.

Ket. Foto: — Sumber: Koran Jakarta / Paundra Zakirulloh

“KAI terus berinovasi berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat,” ujar Purba. Ia menegaskan bahwa pengembangan layanan ini merupakan salah satu wujud komitmen perusahaan dalam mendukung perekonomian rakyat.

Salah satu langkah konkret yang tengah dilakukan adalah memodifikasi Kereta Penumpang Kelas Ekonomi (K3) agar bisa mengakomodasi petani dan pedagang. Proses pengerjaan dilakukan di Unit Pelaksana Teknis Balai Yasa Surabaya Gubeng, Jawa Timur.

Purba menjelaskan, kereta tersebut merupakan hasil modifikasi dari gerbong kelas bisnis dan ekonomi yang sudah ada. Saat ini, rangkaian tersebut sedang melalui serangkaian uji coba untuk memastikan kelayakan operasional.

Desain baru kereta difokuskan pada peningkatan kapasitas kargo sekaligus tetap menjaga kenyamanan penumpang. Kursi-kursi diposisikan di sepanjang sisi gerbong sehingga lorong tengah lebih luas dan memungkinkan barang-barang pertanian ditata rapi.

Selain itu, sejumlah penyesuaian teknis juga dilakukan agar kereta benar-benar sesuai dengan kebutuhan petani dan pedagang. Pintu keberangkatan diperlebar dari 800 mm menjadi 900 mm, dinding partisi dan gangway dihilangkan, serta kapasitas tempat duduk dikurangi dari 106 kursi menjadi 73.

Meski difungsikan untuk mendukung mobilitas perdagangan, setiap gerbong tetap dilengkapi fasilitas penunjang. Toilet dan rak bagasi di atas kepala tetap tersedia demi kenyamanan penumpang yang turut bepergian bersama barang.

Uji coba statis kereta dilakukan pada 14–15 Agustus di Balai Yasa Surabaya Gubeng. Setelah itu, uji coba dinamis digelar pada 15 Agustus di rute pulang-pergi Surabaya Gubeng–Lamongan untuk memastikan performa dan keamanan layanan.

Purba menekankan bahwa layanan ini mencerminkan komitmen KAI terhadap transportasi publik yang inklusif. Menurutnya, kehadiran kereta khusus ini akan memperkuat rantai pasok, membuka peluang usaha baru, dan menggerakkan roda perekonomian lokal.

“Kami ingin kereta ini menjadi pendamping perjalanan yang andal bagi petani dan pedagang. Dengan transportasi yang tepat, rantai pasokan akan menguat, peluang bisnis akan tumbuh, dan ekonomi lokal akan berkembang,” ujarnya.

Peluncuran resmi kereta khusus ini akan bertepatan dengan peringatan hari jadi KAI ke-80 pada 28 September 2025. Momentum tersebut sekaligus menegaskan peran jangka panjang KAI dalam memperkuat mobilitas nasional serta mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.