Sektor Pariwisata Buktikan Daya Tahan, Menjadi Motor Ekonomi Nasional

Senin, 18 Agu 2025, 07:59 WIB

JAKARTA - Sektor usaha pariwisata berhasil mencatatkan kinerja gemilang pada paruh pertama tahun 2025. 

Lonjakan kunjungan wisatawan, meningkatnya tingkat hunian hotel, hingga bergairahnya belanja wisata mendorong geliat ekonomi di berbagai destinasi unggulan. 

Ket. Foto: Arsip Foto - Panorama Danau Toba dari daerah Tongging di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. — Sumber: ANTARA/Carolio Hutama

Capaian ini sekaligus menegaskan daya tahan dan daya saing pariwisata nasional, yang semakin berperan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi pascapandemi.

"Tren positif ini tercermin dalam kinerja kumulatif Januari–Juni 2025, pertumbuhan wisatawan yang berlibur di dalam negeri lebih tinggi dibandingkan yang berlibur ke luar negeri," kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat memaparkan kinerja sektor pariwisata pada semester I tahun 2025 di Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Sabtu (16/8).

Sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian di Jakarta, Minggu (17/8), dia mengatakan bahwa angka kunjungan wisatawan mancanegara maupun perjalanan wisatawan nusantara meningkat pada paruh pertama tahun 2025.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia selama Januari sampai Juni 2025 mencapai 7,05 juta atau naik 9,44 persen dibandingkan pada kurun yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia selama periode itu lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri (wisatawan nasional).

Selama semester pertama tahun 2025 tercatat ada 4,57 juta perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri atau meningkat 3,25 persen dari periode yang sama tahun 2024.

Selisih angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia dengan angka perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri pada semester pertama 2025 mencapai 2,48 juta, meningkat dari 2,01 juta pada periode Januari-Juni 2024.

Pada Juni 2025 saja, angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 1,42 juta atau meningkat 18,20 persen dari bulan yang sama pada tahun sebelumnya.

Angka perjalanan wisatawan nusantara pada Juni 2025 mencapai 105,12 juta perjalanan atau naik 25,93 persen dibandingkan pada Juni 2024.

Angka perjalanan wisatawan nasional pada Juni 2025 tercatat sebanyak 727,56 ribu atau turun 15,02 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja positif sektor usaha pariwisata berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua 2025 yang tercatat 5,12 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua 2024 yang sebesar 5,05 persen.

"Kita patut bersyukur di tengah ketidakpastian dan geopolitik global yang penuh tantangan, terbukti bahwa sektor pariwisata mampu berkontribusi dan berperan besar terhadap PDB serta menjaga daya tahan atau resiliensi perekonomian nasional," kata Widiyanti.

Guna menggairahkan kegiatan pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerintah menerapkan kebijakan seperti diskon tarif tiket pesawat, kereta api, dan kapal laut serta potongan tarif penggunaan jalan tol.

Pemerintah juga menyalurkan bantuan sosial dan subsidi upah serta memberikan gaji ke-13 guna meningkatkan daya beli masyarakat.

Sementara itu, Kementerian Pariwisata melaksanakan program prioritas seperti penguatan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai pengelola Koperasi Merah Putih di desa wisata.

"Proyek percontohan akan dimulai di 80 desa wisata, termasuk tiga desa yang menjadi bagian dari 103 proyek nasional Koperasi Merah Putih," kata Menteri Pariwisata.

"Inisiatif ini ditargetkan menjangkau lebih dari 6.000 desa wisata dan mendukung pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai pilar ekonomi berbasis komunitas," ia menambahkan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.