Produktivitas Fantastis! Petani Tabalong Panen Bawang Merah Hibrida Melimpah
Senin, 18 Agu 2025, 21:20 WIBTABALONG â Kelompok Tani Bumi Kencana di Desa Pugaan, Kecamatan Pugaan, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, berhasil mengembangkan bawang merah biji hibrida varietas Maserati dengan capaian produktivitas hingga 15 ton per hektare.
Inovasi budidaya ini menunjukkan potensi besar pertanian lokal untuk meningkatkan hasil panen sekaligus mendukung kemandirian pangan daerah.
Keberhasilan tersebut juga membuka peluang penguatan ekonomi petani melalui diversifikasi komoditas hortikultura yang bernilai tinggi di pasaran.
Camat Pugaan Farith Yusriannur Riza, di Tabalong, Senin (18/8), mengatakan pengembangan bawang merah tersebut merupakan bagian dari gerakan ketahanan pangan sekaligus uji coba komoditas baru di wilayah selatan Tabalong.
"Sebelumnya, petani Desa Pugaan berhasil menanam melon, dan kali ini mencoba budi daya bawang merah sebagai upaya mendukung program ketahanan pangan daerah," ujar Farith.
Farith menjelaskan, Kecamatan Pugaan juga tengah mempersiapkan kawasan pertanian terintegrasi Jirak Food Cluster dengan membangun jalan usaha tani sepanjang tiga kilometer di Desa Jirak yang dapat dimanfaatkan oleh desa sekitarnya.
Ia optimistis sekitar 800 ha lahan tidur di Kecamatan Pugaan dapat dimanfaatkan menjadi lahan pertanian produktif melalui pembangunan kanal di Desa Jirak.
Bupati Tabalong Muhammad Noor Rifani bersama Wakil Ketua DPRD Hj Noor Farida, Ketua TP PKK Hj Desi Suryanti, anggota Komisi II DPRD H Fahmi, serta jajaran Forkopimcam Pugaan turut menghadiri panen perdana bawang merah biji yang dilakukan secara simbolis.
"Pemerintah daerah akan menggenjot petani bawang merah untuk terus meningkatkan produksinya, sehingga dapat memenuhi kebutuhan di Tabalong," ujar Noor Rifani.
Pemkab Tabalong memberi bantuan subsidi bibit bawang merah biji untuk lahan seluas lima ha serta fasilitasi pemasaran hasil panen.
Wakil Ketua DPRD Tabalong Noor Faridah menilai petani wilayah selatan Kabupaten Tabalong cukup antusias menanam bawang merah dengan dukungan dari pemerintah daerah setempat.
"Dengan adanya jaminan pasar, tentunya petani bawang merah lebih optimistis meningkatkan produksinya," ujarnya.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Perikanan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tabalong Rahman Effansyah menjelaskan bawang merah biji lebih mudah dibudidayakan serta lebih menguntungkan dibanding bawang merah umbi.
"Produksi bawang merah biji bisa mencapai 15 ton per hektare, sementara bawang merah umbi hanya 8-10 ton per hektare. Selain itu, bawang merah biji lebih tahan terhadap serangan penyakit daun dan cocok ditanam saat musim kemarau,â ujar Rahman.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemusnahan puluhan ton produk pangan ilegal
-
Bayern dan Kane Kejar Rekor, Gladbach Datang di Saat yang Salah
-
Kisah Pasien LCA yang Mengagumi Langit Senja
-
Pemerintah Gelar Pasar Murah di Monas
-
Harga Cabai Rawit Rp84.250 Perkilogram
-
Panen bawang merah di Aceh Tengah
-
Solok Punya Peran Strategis, Produksi Bawang 500 Ton Per Hari, Surplus 16 Juta Ton Beras
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.