Bayern dan Kane Kejar Rekor, Gladbach Datang di Saat yang Salah

Jumat, 06 Mar 2026, 08:00 WIB

BERLIN, JERMAN — Bayern Munich melaju kencang menuju satu lagi gelar Bundesliga. Namun di balik dominasi kolektif itu, ada misi pribadi yang tak kalah ambisius: Harry Kane memburu rekor gol semusim milik Robert Lewandowski.

Kemenangan atas Borussia Dortmund di Signal Iduna Park akhir pekan lalu membuat Bayern unggul 11 poin dengan 10 laga tersisa. Secara matematis, jalan menuju trofi kian terbuka lebar. Namun bagi Borussia Moenchengladbach yang akan bertandang ke Allianz Arena, Sabtu (7/3) dini hari WIB, situasi itu justru terasa mengkhawatirkan. Bayern dan Kane belum menunjukkan tanda-tanda akan mengendurkan gas.

Ket. Foto: Ilustrasi tim Bayern Munich. — Sumber: AFP

Tim asuhan Vincent Kompany kini hanya berjarak 14 gol dari rekor 101 gol semusim yang diciptakan Bayern pada musim 1971-72. Sementara Kane telah mengoleksi 30 gol dalam 24 pertandingan liga musim ini, hanya terpaut 11 gol dari rekor 41 gol Lewandowski pada musim 2020-21.

“Saya berada di posisi yang bagus saat ini,” ujar Kane kepada harian Bild. “Akan sulit melampaui dia, tapi peluangnya cukup seimbang.”

Saat ditanya apakah ia berani bertaruh untuk memecahkan rekor tersebut pada Mei nanti, kapten Inggris itu tersenyum. “Saya lebih suka orang lain yang bertaruh untuk saya,” katanya.

Seperti biasa, Kane tetap rasional. Ia mengaku tidak terpaku pada angka semata, melainkan membagi musim dalam blok-blok pendek berisi lima atau enam pertandingan dengan target spesifik.

“Saya tidak melihat rekor dan berkata ingin memecahkannya sekarang. Saya fokus pada apa yang harus saya capai di setiap fase pertandingan,” ujarnya.

Secara matematis, dengan rata-rata golnya saat ini, Kane berada di jalur yang sangat realistis untuk menyamai bahkan melampaui rekor tersebut. Tantangan justru datang dari padatnya jadwal, dengan Liga Champions dan DFB-Pokal menanti. Kompany bisa saja mempertimbangkan rotasi demi menjaga kebugaran sang bomber.

Namun mantan striker Bayern dan Jerman, Jurgen Klinsmann, yakin pelatih asal Belgia itu tak akan menghalangi Kane.

“Apa yang dilakukan Harry sejak bergabung dengan Bayern adalah cerita luar biasa,” ujar Klinsmann. “Membangkucadangkannya demi mencegah rekor? Saya yakin itu tidak akan terjadi.”

Di belakang Kane dalam daftar pencetak gol, nama Deniz Undav mencuri perhatian. Striker Stuttgart itu mencetak 14 gol dari 20 laga liga, dengan rasio terbaik dalam kariernya: satu gol setiap 106 menit.

Menariknya, Undav tidak mengambil penalti untuk Stuttgart. Dari 30 gol Kane, 14 di antaranya berasal dari titik putih. Artinya, dalam situasi open play, Undav hanya terpaut dua gol dari kapten Inggris tersebut.

Meski tampil impresif, penyerang 29 tahun itu mengaku masih belum mendapatkan pengakuan penuh sebagai striker utama.

“Saya punya catatan gol terbaik, tapi orang-orang tetap membicarakan striker lain dan bukan saya. Nama saya selalu disebut sebagai false nine,” keluhnya kepada Bild.

“Saya striker klasik yang juga bisa bermain sebagai nomor 10. Saya mencetak gol dan bisa menciptakan peluang.”

Gladbach pernah menjadi lawan yang menyulitkan Bayern. Antara 2014 hingga 2023, mereka hanya kalah enam kali dari 19 pertemuan melawan raksasa Bavaria itu, termasuk kemenangan sensasional 5-0 di DFB-Pokal, kekalahan terbesar Bayern sejak 1970-an.

Namun tren itu berbalik. Bayern kini mencatat lima kemenangan beruntun atas Gladbach, laju terbaik mereka atas Die Fohlen sejak pertengahan 1960-an.

Dengan jarak 11 poin di puncak klasemen dan mesin gol yang terus menyala, Bayern memasuki fase akhir musim tanpa beban. Bagi Gladbach, bertandang ke Munich saat tuan rumah tengah memburu sejarah mungkin menjadi skenario terburuk yang bisa dibayangkan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.