Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pakistan Dilanda Banjir Bandang Tewaskan 670 Orang, 200 Hilang di Khyber Pakhtunkhwa

📅 Senin, 18 Agu 2025, 18:48 WIB | Oleh:
Pakistan Dilanda Banjir Bandang Tewaskan 670 Orang, 200 Hilang di Khyber Pakhtunkhwa Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Pembersihan akses transportasi darat setelah banjir bandang di wilayah Pakistan.

KARACHI, PAKISTAN - Banjir besar yang melanda provinsi Khyber Pakhtunkhwa di Pakistan barat laut telah mengakibatkan lonjakan jumlah korban tewas yang secara keseluruhan mencapai 670 orang, sementara operasi penyelamatan masih terus berlanjut.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (NDMA), Letjen Inam Haider, dalam konferensi pers di Islamabad pada Senin (18/8), mengatakan bahwa sekitar 1.000 orang terluka dalam kecelakaan yang berkaitan dengan hujan dan banjir di seluruh negeri sejak 26 Juni.

Inam mengatakan pihak berwenang terus berupaya membersihkan jalan dan memulihkan listrik di distrik-distrik yang dilanda banjir dengan mengerahkan tentara dibantu relawan sekitar.

Sementara itu, hujan deras sejak Jumat (15/8) terus mengguyur Peshawar, ibu kota provinsi, dan distrik Swabi serta Noshehra yang bersebelahan, sementara musim hujan baru mengintai di distrik Buner, Swat, Shangla, dan Mansehra yang dilanda banjir. Di distrik Harnai, provinsi Balochistan, hujan deras merenggut nyawa dua anak perempuan.

Faraz Mughal, juru bicara pemerintah Khyber Pakhtunkhwa, mengatakan kepada wartawan bahwa setidaknya 200 orang dinyatakan hilang, dan dikhawatirkan korban meninggal akan bertambah.

Sebagian besar dari mereka yang hilang berasal dari distrik Buner yang paling parah terdampak, dengan 220 kematian telah dikonfirmasi sejak Jumat.

"Situasi di sini sangat menakutkan. Tidak ada yang tersisa kecuali tumpukan puing dan batu-batu raksasa yang terbuang oleh banjir," ujar Fazal Maabood, seorang pejabat Yayasan Al-Khidmat, salah satu lembaga bantuan dan penyelamatan terbesar di negara itu, kepada Anadolu dari distrik Buner.

Dia mengatakan bahwa tim penyelamat dan relawan sedang berupaya menemukan orang-orang yang hilang, yang diyakini terjebak di bawah reruntuhan, karena hujan dan medan pegunungan menghambat upaya penyelamatan.

Bersama dengan NDMA dan Yayasan Al-Khidmat, beberapa lembaga bantuan telah mengirimkan bantuan ke daerah-daerah terdampak. Ant/sumber: Anadolu

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Kendalian Inflasi, Bulog Le...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.