Integrasi Agrikultur-Pariwisata: Strategi Danareksa Mengguncang Ekonomi Desa

Senin, 18 Agu 2025, 07:52 WIB

JAKARTA - PT Danareksa (Persero) atau Holding BUMN Danareksa menunjukkan ambisi besarnya dalam mendorong transformasi ekonomi desa melalui langkah integratif di Desa Medanglayang, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. 

Tidak sekadar hadir dengan program simbolis, Danareksa bersama PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) melibatkan diri secara langsung lewat Program Relawan Bakti BUMN Batch VIII, yang memadukan sektor agrikultur, industri rumah tangga, dan pariwisata berkelanjutan dalam satu ekosistem.

Ket. Foto: PT Danareksa (Persero) atau Holding BUMN Danareksa mendorong perekonomian Desa Medanglayang, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, lewat integrasi sektor agrikultur, industri rumah tangga, dan pariwisata berkelanjutan. — Sumber: Antara.

Pendekatan ini bukan hanya memberi nilai tambah pada produk lokal, tetapi juga menjadi strategi provokatif untuk menantang pola lama pembangunan desa yang kerap bersifat parsial. 

Dengan menghubungkan sektor pertanian dengan potensi pariwisata, serta memperkuat industri rumah tangga sebagai rantai nilai, Danareksa berupaya menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri.

Inisiatif tersebut menyiratkan pesan tegas: desa tidak lagi boleh diposisikan sebagai penerima belas kasih pembangunan kota, melainkan sebagai motor penggerak ekonomi yang berdaya saing. 

Medanglayang dijadikan laboratorium hidup bagaimana BUMN tidak hanya berbicara profit, tetapi juga mengubah wajah ekonomi rakyat dengan pendekatan keberlanjutan.

Lebih dari sekadar kegiatan sosial, Program Relawan Bakti BUMN Batch VIII ini sekaligus menguji keseriusan BUMN dalam meretas ketimpangan, memperkuat kedaulatan pangan, hingga membuka peluang baru pariwisata berbasis komunitas. 

Apa yang dilakukan Danareksa adalah provokasi positif: membalik stigma desa tertinggal menjadi desa yang justru menjadi episentrum inovasi ekonomi nasional.

“Relawan Bakti BUMN merupakan komitmen nyata Holding BUMN Danareksa dan PPA untuk memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat melalui transfer pengetahuan dan keterampilan,” kata Direktur Manajemen Risiko merangkap Plt Direktur Keuangan PT Danareksa (Persero) Avianto Istihardjo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (17/8).

Dalam menjalankan rangkaian kegiatannya, Danareksa dan PPA didampingi oleh Kementerian BUMN, serta menggandeng Universitas Galuh, Pemerintah Desa Medanglayang, dan komunitas lokal.

Sinergi ini diwujudkan dalam konsep “Medanglayang Berdaya” dengan rangkaian kegiatan seperti penguatan kapasitas petani kopi dan jamur, pendampingan UMKM, hingga promosi potensi wisata, seluruh program dirancang untuk memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat.

Sebagai contoh, Desa Medanglayang memiliki perkebunan kopi arabika yang luasnya mencapai 90 hektar dan menghasilkan 16.000 kg kopi per tahun yang diekspor ke seluruh dunia.

Potensi itu dapat dikemas dengan konsep agrowisata melalui wisata alam Puncak Jamiaki yang menawarkan pemandangan indah dan area perkemahan, serta menjadi tempat untuk menikmati sunset dan pemandangan dua kota, Tasikmalaya dan Ciamis.

Bertepatan dengan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Relawan Bakti BUMN Batch VIII bersama warga akan menggelar upacara bendera di Lapangan Pamijahan, dilanjutkan dengan pentas seni kolaborasi warga dan relawan, bazar UMKM, lomba rakyat khas 17-an, hingga penutupan resmi program.

Avianto mengatakan momentum ini tidak hanya menjadi perayaan kemerdekaan, tetapi juga simbol kebersamaan antara BUMN, relawan, dan masyarakat dalam menghidupkan semangat gotong royong dan kemandirian desa.

“Dengan kolaborasi lintas pihak dan semangat masyarakat, Relawan Bakti BUMN Batch VIII di Medanglayang diharapkan menjadi tonggak lahirnya desa yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing, selaras dengan Astacita,” tutur dia.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.